
Kini tomcat juga serang warga Palu

Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA News) - Dua warga Kota Palu mengalami gatal-gatal serta perih diduga terkena racun serangga tomcat beberapa hari sebelumnya. Selama ini penyebaran hama tomcat diketahui hanya di Pulau Jawa.
Kedua warga yang tinggal di komplek perumahan Cipta Pesona Indah Palu itu bernama Nadine dan Atjo.
Nadine (2) mengalami luka melepuh dan berair di bagian punggung seperti orang yang terkena sengat racun tomcat, sementara Atjo juga mengalami luka serupa di bagian tubuhnya.
Atjo mengaku tidak mengetahui apakah luka yang dideritanya disebabkan oleh sengatan serangga tomcat atau gatal-gatal biasa. "Cuma gatal, perih dan panas yang terasa. Saya tidak melihat ada serangga yang menggigit," ujarnya.
Sejumlah warga yang tinggal di komplek perumahan di Kecamatan Palu Timur itu mengatakan gejala yang diderita kedua korban adalah terkena "muntah ular" yang seperti cacar air tapi hanya di satu titik.
Warga yang tinggal di komplek perumahan tersebut mengaku tidak resah terhadap adanya dua warga yang diduga terkena serangan tomcat.
"Reaksi warga biasa saja. Beberapa tahun lalu juga ada tetangga yang mengalami luka seperti itu kemudian sembuh setelah diolesi minyak tawon," kata Rudi.
Serangan tomcat saat ini banyak terjadi di Jawa Timur, dan telah menyebabkan ratusan orang terkena racun serangga yang panjangnya sekitar satu centimeter itu.
Sebelumnya pakar entomologi (ilmu tentang serangga) Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Aunu Rauf, mengatakan, serangga tomcat sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia.
"Serangga tomcat ini lebih banyak manfaatnya dari pada mudarotnya. Karena dia merupakan sahabat manusia dalam mengendalikan hama wereng coklat," kata Rauf.
(R026)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
