Logo Header Antaranews Sulteng

Harga Emas Naik Karena Dolar AS Melemah

Rabu, 31 Oktober 2012 06:59 WIB
Image Print
Ilustrasi (antaranews)

Chicago - Harga emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dolar melemah dan keputusan oleh bank sentral Jepang memperluas langkah-langkah stimulus ekonomi mendorong perdagangan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 3,4 dolar AS, atau 0,2 persen, menjadi menetap di 1.712,1 dolar AS per troy ons.

Setelah jatuh dalam dua sesi perdagangan sebelumnya, emas berbalik arah dan menjadi mengakhiri hari dengan kenaikan tipis. Karena dampak merugikan dari Badai Sandy, lantai perdagangan di New York Stock Exchange ditutup, tetapi beberapa perdagangan ringan masih dilakukan secara elektronik.

Mendukung harga emas pada Selasa adalah berita bahwa bank sentral Jepang (Bank of Japan) memilih untuk memperluas program pembelian aset mereka menjadi 91 triliun yen (sekitar 1,142 miliar dolar AS) dari 80 triliun yen (1,004 miliar dolar AS). Langkah-langkah stimulus ekonomi yang positif untuk logam mulia, karena kekhawatiran inflasi tradisional menyebabkan emas naik.

Emas masih mempertahankan dasar yang kuat dari dukungan kebijakan pelonggaran kuantitatif yang baru-baru ini diambil oleh bank sentral, dan pedagang juga tampaknya berpikir kerusakan luas yang disebabkan oleh Badai Sandy akan mempengaruhi Federal Reserve AS untuk melanjutkan langkah-langkah stimulus.

Sentimen tambahan investor tersebut menyebabkan sedikit penjualan pada dolar, yang selanjutnya mendukung emas. Melemahnya greenback membantu komoditas, karena membuat mereka lebih murah untuk pemegang mata uang lainnya.

Sementara pasar ekuitas AS tetap tertutup, minyak mentah juga melihat keuntungan pada sesi, menambah menguntungkan kondisi pasar luar.

Perak untuk pengiriman Desember naik 7,1 sen, atau 0,22 persen, menjadi ditutup pada 31,816 dolar per ons.(A026/SKD)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026