Polisi Amankan Pengedar Sabu di Rumah Kos Pacarnya

id Narkoba,Sabu, Kos

Polisi Resort Palu memperlihatkan barang bukti dari tersangka narkoba DD, berupa satu buah celana jins, telepon genggam, alat isap bong, sembilan paket sabu dalam plastik bening dan timbangan. (Antarasulteng/Arsyandi)

"Kita masih menyelidiki dan mengembangkan kasus ini. Dia dari mana, barangnya didapat dari siapa, dijual dimana, kepada siapa, itu semua masih kita selidiki"
Palu (Antaranews Sulteng) - Sungguh sial nasib DD (32). Niatnya bertamu di kos-kosan yang ditempati pacarnya, WD (24) malah berujung penangkapan terhadap dirinya. 


WD diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Palu akibat kedapatan membawa narkoba seberat 11,9 gram di kos-kosan Jalan Hali Borisa Kelurahan Mamboro, Kamis malam (8/2).



Kasat Narkoba melalui Paur Humas Polres Palu, I Kadek Aruna menceritakan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari warga sekitar bahwa kos-kosan tersebut kerap terjadi transaksi narkoba.



"Berdasarkan laporan itu kita terjun ke TKP dan mendapati DD sedang bertamu di kos-kosan pacarnya," jelasnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (15/2).



Selain itu, pihaknya juga mengamankan MU (35) dan JA (29).



"Dari hasil penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat, ditemukan sembilan paket sabu dengan berat 11,19 gram di kantong celana DD, empat buah bong, satu buah timbangan dan plastik bening yang diduga berhubungan dengan tindak pidana narkotika," katanya.



Setelah itu, lanjutnya, pihaknya memeriksa ke empat orang tersebut. Dari hasil pemeriksaan, Polres Palu menetapkan DD sebagai tersangka. Adapun DD, MU dan JA tidak terbukti terlibat dan hanya berstatus saksi.



Dari hasil penangkapan dan penggeledahan yang dilalukan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu buah celana jins, telepon genggam, alat isap bong, sembilan paket sabu dalam plastik bening dan timbangan.



Hingga kini Polres Palu masih mengembangakan kasus tersebut.



"Kita masih menyelidiki dan mengembangkan kasus ini. Dia dari mana, barangnya didapat dari siapa, dijual dimana, kepada siapa, itu semua masih kita selidiki" lanjutnya.



Kepada Antaranews Sulteng, tersangka DD mengatakan memperoleh barang haram tersebut dari temannya di Kota Palu. Ia mangaku baru pertama kali melakukan aksinya.

"Baru pertama kali saya jual. Belum sempat terjual langsung ditangkap," akunya. 


Namun ia tidak mejelaskan barang tersebut akan dijual kepada siapa dan dimana.***
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar