
Konsep Kepimimpinan Nabi Muhammad SAW

Konsep pertama yang diterapkan oleh Rasulullah SAW adalah membersihkan diri dan hati, sehingga tidak ada sifat iri dan dengki dalam dirinya," kata Ali.
Rumbia (antarasulteng.com) - Konsep kepimpinan Nabi Muhammad SAW yang sukses dalam menyebarkan agama Islam, semestinya diteladani para pemimpin di negeri ini, mulai dari tataran pemerintahan desa hingga pemerintahan pusat.
Penceramah pada peringatan 1 Muharram 1434 Hijriah, Muhammad Ali Awwad di Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis, mengatakan konsep kepimpinan Rasulullah SAW di zamannya hanya menerapkan tiga hal utama, tetapi mampu melewati berbagai rintangan yang dihadapinya khususnya dari kaum Qurais.
"Konsep pertama yang diterapkan oleh Rasulullah SAW adalah membersihkan diri dan hati, sehingga tidak ada sifat iri dan dengki dalam dirinya," kata Ali.
Membersihkan hati, kata dia, dalam praktiknya saat ini adalah senantiasa mengingat Allah SWT, sehingga dapat menimbulkan ketenteraman dan kedamaian dalam diri sendiri, sehingga apa yang diprogramkan untuk melakukan gerakan pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat dapat terpola dan terprogram dengan jelas.
"Kalau hati sudah bersih, maka pikiran pun akan tenang dan memudahkan kita menyusun program yang berbasis pembangunan kesejahteraan masyarakat," kata Ali.
Kemudian yang kedua, lanjut dia, adalah konsep keyakinan bahwa apa yang diperjuangkan akan mendatangkan hasil yang baik.
"Dalam praktik konsep tersebut, di awal kepemimpinannya Nabi Muhammad SAW sangat ragu, tetapi dengan turunnya wahyu Ilahi, keraguan itu hilang dan muncul keyakinan bahwa ajaran yang dibawanya adalah benar," katanya.
Selanjutnya yang ketiga adalah semangat dan dorongan untuk terus menjalankan perintah Allah SWT dari lima sahabat Rasulullah SAW.
"Kelima sahabat itu adalah Abu Bakar As-Sidiq, Umar Bin Khattab, Usman Bin Affan, Ali Bin Abu Thalib, dan Malaikat Jibril," ata Ali Awwadi.
Jalan santai
Dalam rangkaian peringatan 1 Muharram 1434 Hijrian warga Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, melakukan jalan santai yang melibatkan ratusan ummat Islam di wilayah itu.
Jalan santai dengan rute dari kompleks perumahan BTN Lepo-Lepo Indah, kemudian menelusuri jalan by pass menuju waterboom samping Asrama Haji Lepo-Lepo kemudian kembali dan finish di lapangan tengah kompleks perumahan itu.
Ketua Panitia pelaksana jalan santai, Juli Ahmad mengatakan, maksud dantujuan dari jalan santai itu, sekedar untuk menjalin silaturahmi dan keakraban warga yang bermukim di dalam maupun di luar kompleks perumahan.
"Yang lebih utama adalah dengan jalan santai ini banyak manfaat bagi kesehatan tubuh diantaranya bisa menekan resiko serangan jantung, mencegah stroke, menurunkan berat badan dan masih banyak lagi," katanya.
Ia mengatakan, kegiatan jalan santai cerama islam dalam rangka peringatan I Muharram akan dijadikan sebagai agenda tahunan khususnya warga di kompleks perumahan ini, sebab dengan memperingati tahun baru Islam mengigatkan kita lebih mencintai kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW.(A056/SKD)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
