Logo Header Antaranews Sulteng

Stok beras Bulog Sulteng masih memadai

Senin, 27 Agustus 2018 08:33 WIB
Image Print
Eli Suhaeli, Kepala Gudang Perum Bulog Subdivre Luwuk di Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai saat menunjukkan stok beras di gudang yang terletak di Kelurahan Karaton, (Foto Antara/Steven Pontoh)

Palu (Antaranews Sulteng) - Perum Bulog Sulawesi Tengah hingga kini masih menguasai stok beras dalam jumlah memadai untuk memenuhi seluruh kebutuhan lokal dan merupakan hasil produksi petani di daerah itu.

Kepala Bulog Sulteng, Khozin, yang hibudungi di Palu, Senin, mengatakan selain masih memiliki stok dalam jumlah aman, pihaknya juga terus gencar melakukan pembelian baik secara langsung ke petani maupun melalui Satgas dan pihak swasta (mitra) di setiap daerah.

"Stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran sampai tujuh bulan ke depan," ujarnya.

Beras yang ada, kata dia, semuanya adalah produksi petani Sulteng yang dibeli Bulog sesuai dengan standar harga pemerintah.

Bulog Sulteng dalam tiga tahun terakhir ini tidak lagi mendapatkan pasokan beras dari luar, termasuk beras eks impor.

Sebelumnya, kata Khozin, Bulog Sulteng setiap tahunnya harus mendatangkan beras dari luar karena hasil pengadaan produksi petani lokal minim diserap oleh Bulog.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 13 kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng, Bulog Sulteng meminta pasokan beras dari Sulsel, Jatim, bahkan menerima jatah beras impor.

"Itu tahun-tahun sebelumnya dimana Bulog defisit stok karena pengadaan lokal relatif kecil, sekarang tidak begitu lagi," katanya.

Sejak tiga tahun terakhir ini, Bulog Sulteng justru bisa mengirimkan beras ke daerah lain seperti Manado, Gorontalo dan Maluku.

Pada 2018 ini, Sulteng sudah mengirim beras ke Sulut sebanyak 5.000 ton. Pada 2017, Bulog Sulteng mengirim beras ke Sulut mencapai 7.000 ton. Dan semua beras yang dikirim keluar daerah tersebut merupakan hasil produksi petani yang berhasil dibeli oleh Perum Bulog Sulteng.

Selain membeli beras untuk kebutuhan bansos, Bulog Sulteng juga membeli beras kualitas premium untuk dijual bebas di pasaran.

"Beras yang dibeli diolah dan dikemas, lalu dijual ke pasar tradisional, modern, swalayan, supermarket, mall, restoran, hotel dan juga ke BUMdes.

Dia juga menambahkan sudah beberapa bulan terakhir, Bulog Sulteng menjual beras sachet ukuran 200 gram dengan harga Rp2.500/kg.

Beras kemasan murah tersebut kini banyak dijual di kios-kios dan rumah pangan kita (RPK) di seluruh permukiman penduduk yang ada di 46 keluarahan dari delapan kecamatan di Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng.



Pewarta :
Editor: Muhammad Hajiji
COPYRIGHT © ANTARA 2026