Logo Header Antaranews Sulteng

Gerilyawan Mali Mengaku Culik Warga Prancis

Jumat, 23 November 2012 03:13 WIB
Image Print
Pemberontak MUJAO di Mali. (REUTERS/Adama Diarra)

Bamako (antarasulteng.com) - Gerilyawan Gerakan Keesaan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO), salah satu kelompok militan yang menguasai Mali utara, Kamis mengaku bertanggung jawab atas penculikan seorang warga Prancis dua hari lalu.

"Kami mengakui tanggung jawab atas penculikan warga Prancis di Mali baratdaya dekat perbatasan Mauritania," kata juru bicara MUJAO Abu Walid Sahraoui, dengan menambahkan bahwa video sandera itu akan segera dipasang.

Kelompok itu belum memberikan penjelasan mengenai tuntutan mereka bagi pembebasan sandera tersebut.

Rabu malam, MUJAO mengatakan bahwa warga Prancis kelahiran Portugal Jules Berto Rodriguez Leal (61) diculik oleh militan namun tidak menyebutkan kelompok mana yang menahannya.

Kantor Berita Mauritania ANI mengatakan, Leal diculik Selasa malam di kota Diema di wilayah Kayes, yang terletak di daerah perbatasan barat Mali dengan Mauritania dan Senegal.

Namun, menurut sumber-sumber Prancis, ia diculik di Nioro, jauh ke arah utara lagi.

Beberapa sumber keamanan regional mengatakan kepada AFP, pengejaran terhadap penculik Leal terus dilakukan pada Kamis.

"Pencarian terus berlangsung. Mali melakukan kontak dengan tetangga-tetangganya, khususnya Mauritania, dimana penculik mungkin membawa sandera itu sebelum mengembalikannya ke Mali utara," kata satu sumber keamanan kepada AFP. (Ant/AFP)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026