Logo Header Antaranews Sulteng

Hatton Bahagia Meski Kalah

Minggu, 25 November 2012 20:16 WIB
Image Print
Ricky Hatton usai menelan kekalahan (AFP)

Manchester (antarasulteng.com) - Petinju Ricky Hatton mengatakan dirinya "bahagia" saat mengumumkan keputusannya pensiun, setelah pertarungan kemuculan kembali mantan juara dunia ini melawan Vyacheslav Senchenko berakhir di kekalahan KO di ronde ke sembilan pada Sabtu (Minggu WIB).

Hatton yang matanya berlinang air mata mengakui pada konferensi pers bahwa dirinya mendapati ia tidak lagi berada di level elit setelah terjatuh karena menerima pukulan di rusuknya pada pertarungan kelas Welter tanpa memperebutkan gelar di Manchester Arena.

Itulah hasilnya dan saat pertarungan diteruskan, petinju Inggris 34 tahun ini menjadi sasaran empuk bagi lawannya yang berasal dari Ukraina.

Hatton, yang didukung oleh 20.000 penonton tuan rumah, kesulitan melepaskan pukulan telak pada lawannya, sedangkan mantan juara dunia versi World Boxing Association (WBA) Senchenko mampu memberikan pukulan-pukulan tepat sasaran sejak ronde ketujuh.

Dengan kekalahan ini berarti mantan juara dunia kelas welter dan kelar berat-ringan Hatton telah kalah pada dua pertarungan terakhirnya, setelah kalah KO dari petinju Filipina Manny Pacquiao pada Mei 2009.

Namun Hatton, yang menelan kekalahan ketiga sepanjang karir profesionalnya, menegaskan bahwa dirinya "gembira" karena tidak memperpanjang "comebacknya" menyusul pensiun pertama dirinya yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun.

"Saya memberikan yang terbaik dan inilah akhir bagi Ricky Hatton," ucapnya pada konferensi pers.

"Saya tidak mengeluh. Ini sudah terdokumentasi dengan baik betapa buruknya itu bagi saya, dan saya perlu melihat beberapa setan dan hantu di tempat tidurku. Saya merasa diriku sudah menang sebelum saya masuk ring."

Ia menambahkan, "Selalu ada alasan setelah kalah dari (Floyd) Mayweather dan Pacquiao, sebab mereka adalah petinju favorit terbaik atau, itu bukanlah kamp latihan terbaik."

"Jika Anda ingin membuat alasan Anda telah menemukannya. Namun saya perlu menemukannya jika saya menginginkannya, dan saya tidak (menginginkannya)."

"Fisikku berada dalam kondisi terbaik, namun tidak lebih dari itu. Jika saya tidak menelponnya (untuk mengatur rencana pertandingan), saya tidak akan pernah melakukannya. Saya mendapatkan jawaban. Saya menangis dan patah hati di ring, namun saya bahagia."

"Saya perlu tahu apakah saya bisa berada di level dunia, dan saya tidak (berada di level dunia). Saya merasa bisa menang, namun saya kalah."

Mengenai pertandingan Minggu, Hatton berkata bahwa ia menyudahi masa pensiun untuk melakukan "balas dendam" terhadap Senchenko, setelah ia sempat mengalami masalah ketergantungan alkohol, obat-obatan, dan depresi menyusul kekalahan dari Pacquiao, dan ia bahkan sempat berpikir untuk bunuh diri.

Bagaimanapun, Hatton bersikeras bahwa kekalahan dari Senchenko tidak akan menjadi pemicu dirinya terjerumus dalam kesalahan yang sama.

Hatton menegaskan dirinya akan berkonsentrasi pada karirnya sebagai pelatih tinju dan promotor.

Dua anggota sasananya, Martin Murray (kelas menengah) dan Scott Suigg (kelas super bantam), memenangi sabuk WBA di kelas masing-masing pada Minggu untuk semakin mendekatkan diri dengan gelar dunia. (Ant/AFP)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026