
Sulteng Dilanda Tiga Bencana Alam Besar

Banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong terjadi pada 25 Agustus 2012. Pada saat bersamaan banjir juga menerjang di Kota Palu.
Palu - Sulawesi Tengah dalam kurun waktu Januari sampai Desember 2012 dilanda tiga bencana alam besar yang menewaskan sembilan orang dan menimbulkan kerugian material ratusan miliar rupiah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng Bartholemeus Tandigala mengemukakan di Palu, Sabtu, bencana alam besar pertama pada 2012 yaitu gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter di Kabupaten Sigi pada 18 Agustus 2012.
Berikutnya bencana banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong terjadi pada 25 Agustus 2012. Pada saat bersamaan banjir juga menerjang di Kota Palu.
Menurut Bartholomeus, gempa bumi di Kabupaten Sigi memporak-porandakan sekitar 1.000 rumah di tiga kecamatan yakni Gumbasa, Kulawi dan Lindu. Bahkan di Kecamatan Lindu ada sekitar 500 rumah di empat desa (Anca, Puro`o, Langko dan Tomado) rata tanah.
Sejumlah tempat ibadah, sekolah dan kantor desa di kecamatan itu juga rusak parah dan tercatat lima korban jiwa serta 95 warga luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Sebanyak 6.654 orang penduduk di tiga kecamatan tersebut terpaksa mengungsi sementara di tenda-tenda penampungan pengungsi yang disediakan pemerintah melalui BPBD dan juga TNI/Polri.
Sementara banjir bandang yang melanda Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Moutong pada 25 Agustus 2012 tercatat dua orang warga Desa Gangga meninggal dunia.
Kedua korban meninggal itu tertimbun lumpur. Tiga orang luka berat dan empat lagi luka ringan dan 1.424 jiwa mengungsi.
Puluhan rumah hanyut diterjang banjir dan ratusan lainnya rusak serta satu jembatan di Desa Boyatongo putus. Satu bendungan irigasi jebol, ratusan meter saluran irigasi di Kecamatan Parigi Selatan juga rusak dan ratusan hektare sawah gagal panen.
Pada 25 Agustus 2012 bencana alam banjir juga melanda Palu. Dua warga meninggal dunia dan 87 penduduk terpaksa mengungsi.***
Pewarta : Anas Massa
Editor:
Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
