
Sulteng Bangun Dua Bandara

Saat ini dari Palu untuk menuju Morowali harus ditempuh selama 16 jam. Ini sangat tidak efektif,"
Palu - Dua bandar udara (bandara) saat ini masing-masing sedang dibangun di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah.
Bupati Tojo Una-Una Damsik Ladjalani di Palu, Selasa, mengatakan bandara yang terletak Kecamatan Ampana Tete ini telah dimulai pengerjaannya sejak dua tahun lalu, dan diharapkan selesai pada 2014.
Sementara itu total biaya yang dibutuhkan untuk membangun bandara seluas 168,1 hektare ini sebanyak Rp35,5 miliar dari APBN.
Damsik menyebutkan bandar udara ini nantinya akan memiliki panjang landas pacu 2.420 x 300 meter, namun pada tahap awal akan dibangun sepanjang 1.300 meter.
Menurut dia, adanya bandara itu akan lebih memperkenalkan pariwisata di Kabupaten Tojo Una-Una, seperti Kepulauan Togian, Pantai Marina, dan cagar alam Tanjung Api.
Sementara itu, pembangunan bandara di Kabupaten Morowali saat ini sudah mencapai 25 persen.
Bandara itu terletak di Desa Umbele, Kecamatan Bumi Raya, dan pembangunannya menelan dana hingga Rp24,5 miliar.
Pemerintah Kabupaten Morowali berharap pembangunan bandara itu bisa selesai pada akhir 2012 dan segera dioperasikan.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhidin M Said saat berkunjung ke Palu mengatakan adanya bandara di kedua kabupaten itu akan membantu percepatan pembangunan provinsi ini.
Menurutnya, tersedianya bandara juga akan mempermudah masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitasnya.
"Saat ini dari Palu untuk menuju Morowali harus ditempuh selama 16 jam. Ini sangat tidak efektif," kata anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah ini.
Di Provinsi Sulawesi Tengah terdapat lima bandar udara yang aktif, yakni di Kota Palu, Kabupaten Poso, Kabupaten Buol, Kabupaten Tolitoli, dan Kabupaten Banggai.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat, selama Januari hingga Desember 2011 terdapat 943.254 penumpang pesawat terbang di Sulawesi Tengah dengan penerbangan sebanyak 10.636 kali. (R026)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
