Permintaan beras premium di Sulteng meningkat

id bulog

Arsip oto, Petugas menunjukkan beras dalam kemasan sachet di Rumah Pangan Kita milik Bulog Sulawesi Tengah di Palu, . ANTARASulteng/Basri Marzuki/18

...kami cukup kewalahan melayani permintaan pasar, sebab harus menyediakan stok secara memadai di gudang
Palu, (Antaranews Sulteng) - Perum Bulog Sulawesi Tengah mengakui permintaan pasar untuk beras kualitas terbaik atau beras premium di daerah itu terus meningkat.

"Bahkan, kami cukup kewalahan melayani permintaan pasar, sebab harus menyediakan stok secara memadai di gudang," kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Sulteng, Amir Sube di Palu, Minggu.

Ia mengatakan setiap harinya ada permintaan dan Bulog berusaha untuk bisa memenuhinya, sehingga stok beras premium harus selalu tersedia di gudang dalam jumlah yang memadai agar langsung dapat dilayani.

Bulog selain membeli beras medium untuk kebutuhan bansos rastra, stok bencana alam dan operasi pasar, juga melalukan pembelian beras premium untuk dijual kepada konsumen umum.

Dia mengaku selama beberapa bulan terakhir ini, khususnya setelah gempabumi dan tsunami menghajar sejumlah wilayah di Provinsi Sulteng yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan juga Parigi Moutong, Bulog Sulteng cukup sibuk menyalurkan rastra dan juga melayani permintaan pasar untuk beras premium.

Kebanyakan yang datang membeli beras premium di Bulog adalah para relawan peduli bencana alam gempabumi,tsunami dan likuefaksi di Sulteng.

Beras yang dibeli dari Bulog, kemudian disalurkan para relawan peduli bencana alam? langsung kepada? para korban yang selama ini banyak berada di lokasi-lokasi pengungsian di seluruh wilayah terdampak gempabumi, tsunami dan likuefaksi di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong.

Dia menambahkan, hingga kini masih terus mengalir permintaan beras premium untuk disalurkan kepada para korban, mengingat masih banyak warga yang mengungsi masih bertahan dan berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah dan relawan peduli bencana alam.

Anggota DPRD Provinsi Sulteng Matindas J Rumambi dari fraksi PDI perjuangan membenarkan jumlah pengungsi yang berada di lokasi penampungan pengungsi di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong cukup besar.

Kebanyakan, kata dia, mereka yang bertahan di pengungsian adalah warga korban gempabumi,tsunami dan likuefaksi yang rumahnya telah hancur lebur diterjang bencana alam tersebut.

Mereka, katanya, bertahan karena? masih menunggu huntara (hunian sementara) dan hunian tetap (huntap) yang dibangun oleh pemerintah.

"Dan tentu mereka masih butuh bantuan bahan makanan dan lainnya," ujar dia.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar