Logo Header Antaranews Sulteng

ASEAN harus Ikut Atasi Konflik

Rabu, 19 Desember 2012 14:10 WIB
Image Print
Salah satu kegiatan ASEAN (antara)

Kuala Lumpur (antarasulteng.com) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ASEAN harus solutif dan ikut mengatasi konflik di kawasan mengingat masih ada ancaman kemungkinan terjadi konflik terbuka.

"Ini tidak berarti ASEAN melakukan intervensi pada urusan dalam negeri sebuah negara, dan juga tidak berarti pula mengambil alih urusan negara anggotanya, sekali lagi konsepnya adalah ASEAN ingin menjadi bagian dari solusi," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan pidato penerimaan Doktor Honoris Causa dari Universiti Utara Malaysia, Rabu.

Oleh karena itu, menurut Presiden, diperlukan pembahasan yang konstruktif di antara para pemimpin jajaran ASEAN.

Presiden mengapresiasi pengalaman ASEAN ketika dihadapkan pada konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, serta ketika Myanmar masih menghadapi sanksi dan embargo yang keras dari negara-negara Barat.

"Alhamdulillah, para pemimpin ASEAN bisa membangun semacam konsensus tentang bagaimana ASEAN dapat ikut menjadi solusi atas masalah yang dihadapi oleh sejumlah negara ASEAN tersebut. Pendekatan budaya dan cara begini menurut pendapat saya perlu kita jaga dan lakukan di masa depan," kata Presiden.

Presiden menambahkan, ke depan perlu manajemen konflik di tingkat kawasan mengingat meski saat ini telah memiliki arsitektur kerja sama dan instrumen yang bisa mencegah konflik terbuka dan benturan kekuatan di kawasan, namun hal itu tidak memberikan garansi bahwa konflik dan benturan kekuatan di kawasan tidak terjadi.

Hal ini karena negara-negara di kawasan memiliki perbedaan yang tidak sedikit, misalnya dari segi ideologi, sistem politik, kebijakan ekonomi, serta kebijakan dan strategi nasionalnya masing-masing.

"Di samping itu, jangan lupa, di antara negara-negara di kawasan ini masih ada yang memiliki akar konflik, seperti sengketa perbatasan, rivalitas, dan kompetisi politik, benturan kepentingan ekonomi dan energi, dan lain-lain. Juga ada negara yang di masa lalu pernah terlibat dalam konflik peperangan dengan negara lain di kawasan ini," kata Presiden. (M041)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026