Logo Header Antaranews Sulteng

Andi Arief minta maaf dan ingin perbaiki kesalahan

Rabu, 6 Maret 2019 13:00 WIB
Image Print
Arsip Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai pertemuan dengan petinggi Partai Demokrat di kediaman SBY, Jakarta, Jumat (10/8/2018) dini hari. Andi Arief menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak mendukung koalisi Partai Gerindra karena Partai Demokrat merasa dikhianati oleh koalisi partai pimpinan Prabowo Subianto dengan mengusung Sandiaga Uno sebagai Cawapres. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj./)
Mohon maaf, saya telah membuat marah dan kecewa. Doakan saya bisa memperbaiki salah menuju benar

Jakarta (ANTARA) - Politisi Demokrat Andi Arief yang telah dibebaskan polisi setelah menjalani pemeriksaan terkait penyalahgunaan narkoba menyampaikan permintaan maaf serta menyatakan ingin memperbaiki kesalahan.

"Mohon maaf, saya telah membuat marah dan kecewa. Doakan saya bisa memperbaiki salah menuju benar," kata Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief__ yang dikutip di Jakarta, Rabu.

Dalam cuitannya Andi menyampaikan kesalahan menjadi titik awal pencarian jalan hidup dengan kualitas berbeda.

"Tak ingin berakhir di sini. Kesalahan bisa saja membenamkan, namun upaya menjadi titik awal pencarian jalan hidup dengan kualitas berbeda jika benar-benar tak putus asa," kata dia.

Sebelumnya penyidik Mabes Polri memperbolehkan politikus Partai Demokrat Andi Arief (AA) untuk pulang ke rumah usai menjalani pemeriksaan terkait penyalahgunaan narkoba.

"Untuk malam ini AA sudah diperbolehkan pulang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Dedi mengatakan Andi telah menyelesaikan dan menandatangani seluruh proses administrasi yang diperlukan.

Selanjutnya, menurut Dedi, Andi akan mendatangi kembali Badan Narkotika Nasional (BNN) guna menjalani rehabilitasi.

Sebelumnya, anggota Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri mengamankan Andi Arief di Hotel Peninsula Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/3) malam.

Petugas menciduk Andi diduga usai mengonsumsi sabu-sabu di salah satu kamar hotel tersebut.

Wasekjen Demokrat Rachland Nasidik sebelumnya juga mengungkapkan bahwa Andi Arief telah menyampaikan keinginannya mengundurkan diri dari kepengurusan Demokrat.

Rachland menyatakan akan segera menyampaikan keinginan Andi kepada DPP Partai Demokrat.

Baca juga: Komandan Kogasma Demokrat AHY tanggapi kasus Andi Arief
Baca juga: Anggota DPR sayangkan Andi Arief ditangkap polisi



Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026