346 Rumah Rusak Disapu Puting Beliung

id rumah, rusak, puting beliung, BPBD

346 Rumah Rusak Disapu Puting Beliung

(FOTO ANTARA/ Saiful Bahri)

Cilacap (antarasulteng.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mengatakan 346 rumah rusak akibat puting beliung yang melanda 15 desa di kabupaten itu pada Rabu (9/1), sekitar pukul 16.00 WIB.
         
"Berdasarkan pendataan sementara yang kami lakukan hingga dini hari tadi tercatat sebanyak dua rumah roboh, 114 rusak berat, dan 232 rusak ringan yang tersebar di 15 desa dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Cimanggu, Majenang, Wanareja, dan Cipari," kata Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Cilacap  Wasi Ariyadi di Cilacap, Kamis.
         
Dia mengatakan puting beliung melanda Kecamatan Cimanggu di tujuh desa, yakni Karangreja mengakibatkan satu rumah roboh, 12 rumah rusak berat, dan 15 rumah rusak ringan.
         
Desa Cisalak terdapat satu rumah rusak berat dan tiga rumah rusak ringan, Desa Negarajati empat rumah rusak ringan, Desa Cimanggu satu rumah rusak ringan, Desa Panimbang satu rumah rusak ringan, Desa Rejodadi lima rumah rusak berat dan 20 rumah rusak ringan, serta di Desa Cilempuyang dua rumah rusak ringan.
         
Di Kecamatan Majenang, kata dia, puting beliung melanda tiga desa, yakni Desa Padangsari yang mengakibatkan satu rumah roboh, dua rumah rusak berat, dan 21 rumah rusak ringan.
         
Desa Mulyadadi lima rumah rusak berat dan sembilan rumah rusak ringan, serta Desa Mulyasari dua rumah rusak ringan.
         
"Kalau di Kecamatan Wanareja hanya terjadi di Desa Bantar dan mengakibatkan tiga rumah rusak ringan," katanya.
         
Ia mengatakan puting beliung yang melanda Kecamatan Cipari terjadi di empat desa, yakni Desa Mekarsari yang mengakibatkan 75 rumah rusak berat dan 60 rumah rusak ringan, Desa Cisuru dua rumah rusak berat dan dua rumah rusak ringan, Desa Sidasari delapan rumah rusak berat dan 40 rumah rusak ringan, serta Desa Carui empat rumah rusak berat dan 47 rumah rusak ringan. (KR-SMT)

Editor : Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar