Logo Header Antaranews Sulteng

Ritual Mandi Safar Tetap Terjaga

Kamis, 10 Januari 2013 14:02 WIB
Image Print
Ritual Mandi (ANTARA)
Adanya warisan warisan budaya ini merupakan keunggulan tersendiri di tiap daerah yang seharusnya tetap dijaga dan dilestarikan,"

Jambi (antarasulteng.com) - Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi, Zumi Zola berharap ritual Mandi Safar tetap terjaga dan menjadi aset budaya daerah serta nasional.

"Selain sebagai upaya menjaga warisan budaya nenek moyang. Tradisi Mandi Safar secara hakekat adalah refleksi dari komunitas masyarakat yang religius, dimana diambil dari penjabaran
dari filosofi Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah," ujar Bupati Zumi Zola di Muarasabak, Kamis.

Menurut bupati yang juga mantan artis dan pesinetron ini, ritual Mandi Shafar juga sebagai prosesi adat yang merupakan hasil kekayaan budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Baik sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan masyarakat yang religius dan agamais, namun juga sebagai upaya untuk memajukan perekonomian rakyat maupun meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

"Adanya warisan warisan budaya ini merupakan keunggulan tersendiri di tiap daerah yang seharusnya tetap dijaga dan dilestarikan," tambahnya.

Berdasarkan catatan yang ada, prosesi Mandi Safar ini adalah tradisi warisan nenek moyang yang berasal dari Bugis.

Bagi sejumlah warga, mandi Safar ini merupakan ritual untuk meminta kepada Sang Kuasa agar terhindar dari bahaya, penyakit dan mensucikan diri dari dosa dengan menceburkan diri ke laut. (KR-BS)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026