BTN Siap Beri Kemudahan KPR

id btn

 BTN Siap Beri Kemudahan KPR

Maryono (FOTO ANTARA/Wahyu Putro A)

Kita bisa berikan persetujuan KPR dalam satu hari
Jakarta (antarasulteng.com) - Bank Tabungan Negara (BTN) memberikan kemudahan bagi pembeli rumah yang menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) selama pamerah rumah "BTN Property Expo 2013" di Jakarta Convention Centre (JCC).

"Kita bisa berikan persetujuan KPR dalam satu hari," kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Maryono di Jakarta, Minggu, menjelaskan kemudahan yang diberikan.

Bahkan kata Maryono, apabila pengunjung pameran tertarik untuk membeli rumah petugas layanan BTN akan langsung mendatangi stand pameran agar KPR dapat segera diproses.

Fasilitas lain yang diberikan selama pameran, jangka waktu KPR bisa sampai dengan 25 tahun, suku bunga tetap 7,49 persen selama dua tahun pertama, uang muka 10 persen untuk rumah dengan luas kurang dari 70 meter persegi, bebas biaya administrasi, diskon provisi 50 persen, dan diskon biaya asuransi 40 persen.

Direktur BTN Irman A. Zahiruddin mengatakan BTN mentargetkan meraih transaksi Rp1 triliun selama penyelenggaraan pameran 2 sampai 10 Februari 2013.

Irman mengatakan, berbeda dengan penyelenggaraan tahun 2012 yang hanya menyewa satu hall di JCC, maka pameran kali ini BTN menyewa dua hall diikuti 400 proyek perumahan di Indonesia.

Deputi bidang Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat Tri Hartoyo mengatakan, dukungannya atas kegiatan ini karena menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat untuk membeli rumah layak huni dengan harga terjangkau.

Bahkan dia melihat dengan kegiatan pameran perumahan sekarang ini akan mendorong sektor properti di Indonesia lebih bergairah lagi, jelas dia.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Real Estat Indonesia (REI), Setyo Maharso mengatakan sebagian besar pengembang perumahan anggota REI ikut dalam kegiatan ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan, pameran BTN ini menjadi momentum untuk meningkatkan produksi rumah bagi pengembang.

"Tahun ini kita harus kerja di atas standar sebagai antisipasi penyelenggaraan Pemilu 2014 yang berdampak terhadap penjualan rumah," ujar dia.

Eddy berharap mulai tahun 2013 tidak ditemukan lagi pembeli rumah yang wawancara dan akad kreditnya ditunda atau dibatasi bahkan dia menyarankan tahun ini sebagai tahun perumahan.

Maryono mengharapkan KPR tahun 2013 dapat tumbuh 30-35 persen dengan komposisi KPR bukan subsidi 60-65 persen dan KPR subsidi 35 -40 persen.

Pameran perumahan BTN ini menyajikan tidak hanya rumah dengan harga miliaran tetapi juga rumah subsidi mulai dari harga Rp65 juta, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan sesuai kemampuan, jelas Maryono.

BTN dalam pameran ini juga menyediakan fasilitas kredit dengan bunga disubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), jelas Maryono.

Maryono mengungkapkan BTN dalam dua tahun terakhir (2011-2012) masih menguasai pangsa pasar 98 persen penyaluran kredit yang didukung FLPP.

(G001/M009)

Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar