
Warga Sigi Minta BI Dampingi Petani

Palu (antarasultengt.com) - Warga Desa Sidondo III, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah minta Bank Indonesia mendampingi petani agar mampu menghasilkan produksi yang melimpah.
Ketua Kelompok Tani Nantako Dedi Mangkara di Sigi, Rabu, mengatakan, Bank Indonesia Sulawesi Tengah selama beberapa bulan mendampingi petani terbukti cukup berhasil, karena produksi beras meningkat hingga dua kali lipat.
Ia mengatakan, para petani masih membutuhkan pendampingan dari penyuluh pertanian yang disediakan Bank Indonesia.
Para petani belum bisa mandiri sepenuhnya sehingga masih membutuhkan pendampingan.
Petani lainnya, Samsuddin mengatakan, teknik baru yang diajarkan petugas Bank Indonesia Sulawesi Tengah terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian.
Dedi Mangkara berharap, petani lainnya di sekitar Desa Sidondo III mampu menerapkan teknik "jajar legowo" dalam menanam padi agar hasilnya meningkat.
Bank Indonesia, Pemprov Sulawesi Tengah dan Pemkab Sigi melakukan panen raya padi di areal sawah seluas mencapai 111 hektare di Desa Sidondo III.
Tanaman padi sawah yang dipanen tersebut merupakan proyek percontohan ketahanan pangan yang telah disiapkan selama beberapa bulan belakangan ini.
Di desa tersebut, Bank Indonesia dan pemerintah setempat telah berhasil melakukan panen raya perdana padi sawah dengan tingkat produktivitas mencapai tujuh hingga delapan ton gabah kering giling per hektare.
Biasanya sawah di Desa Sidondo III hanya mampu menghasilkan produksi 4,5-5,0 ton gabah kering giling per hektare.
Peningkatan produktivitas hasil panen tersebut dilakukan dengan menyediakan sarana produksi, alih teknologi dan penguatan kelembagaan petani.
Deputi Direktur BI Sulawesi Tengah, Rahmat Hernowo mengatakan selama ini petani Sigi masih menggantungkan penyediaan bibit unggul dari daerah lain dengan sistem pengairan yang terbatas.
Melihat kondisi itu, Bank Indonesia dan instansi terkait melakukan intervensi dengan memperbaiki sistem pengairan, menyediakan bibit unggul "Impari 7", pupuk, membantu perlengkapan pertanian, serta mendorong petani memiliki demplot penangkar benih.
Selain itu, para petani juga dilatih membuat pupuk organik dan mengubah teknologi tanam konvensional dengan sistem "jajar legowo" sehingga hemat biaya serta memiliki populasi tanaman yang lebih banyak.
Rahmat mengaku, Bank Indonesia akan mendampingi petani Sidondo III hingga setahun ke depan dan selanjutnya diharapkan petani bisa mandiri dengan pendampingan instansi terkait.
Pewarta : Riski Maruto
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
