Logo Header Antaranews Sulteng

Hati-hati Minum Obat Kuat

Selasa, 22 Mei 2012 09:10 WIB
Image Print

Medan - Peringatan yang sering disampaikan pakar kesehatan maupun paramedis di negeri ini mengenai perlunya kehati-hatian untuk mengkonsumsi obat kuat, baik berupa jamu maupun kapsul, harus benar-benar didengar oleh masyarakat.

Imbauan yang diberikan para pakar atau ahli tentang kesehatan itu, sebenarnya bukan bertujuan untuk menakut-nakuti, tetapi hanya sekadar mengingatkan warga agar tidak sampai terlanjur memakai obat-obat kuat yang ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sudah banyak warga yang kemungkinan sembarangan menggunakan obat kuat untuk menaikkan libido seks akhirnya menjadi korban bahkan menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Seorang konsultan spesialis penyakit jantung dr Amran Lubis SpJP (K) di Medan, mengatakan, pada prinsipnya obat kuat itu merupakan stimulan yang mempengaruhi syaraf pusat di otak seperti tempat pengaturan sistem hormonal," katanya di Medan.

Jadi, lanjut dia, hormon testosteron akan menimbulkan rangsangan yang melebur ke pembuluh darah terutama pada organ seks laki-laki. Juga obat kuat itu mempengaruhi hormon lain seperti adrenalin.

"Pengaruhnya pada jantung menyebabkan denyut jantung bertambah dan bisa menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah di jantung dan otak, sehingga tekanan darah naik," katanya.

Hal itu dapat menyebabkan terjadinya serangan pada otak atau stroke akut, yang diakibatkan adanya penyempitan pembuluh darah dan bisa menyebabkan kematian.

"Intinya, berhati-hatilah mengkonsumsi obat kuat," katanya.

Kasi sertifikasi dan layanan informasi konsumen Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Sacramento mengatakan, sebenarnya tidak ada istilah obat kuat dalam dunia medis.

Istilah obat kuat itu hanya sebutan orang awam saja dan umumnya untuk meningkatkan libido laki-laki.

Obat kuat harus terdaftar di BPOM karena berpengaruh kepada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau hypertensi. Untuk itu BBPOM tetap melakukan pengawasan dan sudah beberapa kali menemukan dan menyita apa yang disebut dengan istilah obat kuat dari beberapa tempat. (Ant)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026