
Hindari Aksi Corat-Coret Seragam

Kalau mau corat-coret silahkan tetapi bukan pakaian seragam, tapi baju lain,".
Palu (antarasulteng.com) - Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) kota Palu, Ardiansyah Lamasitudju, mengimbau siswa menghindari aksi corat-coret pada saat pengumuman hasil Ujian Nasional (UN).
" Akan lebih baik jika pakaian seragam yang masih layak pakai dikumpulkan lalu diberikan kepada siswa lain membutuhkannya," katanya usai upacara Hardiknas 2013 di Palu, Kamis.
Menurut dia, setiap kali pengumuman UN, para siswa mengekspresikan kegembiraan mereka dengan mencorat-coret pakain seragam.
Aksi corat-coret tampak sudah menjadi budaya di kalangan siswa yang lulus UN dan itu sulit dihindari. Padahal jika aksi tersebut dapat dihidari, akan lebih berguna kalau pakain dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya.
Seyogyanya budaya yang sebenarnya merugikan tersebut perlu dihilangkan, dan diganti dengan aksi sosial. Karena itu, pihak sekolah harus proaktif dan mulai mengumpulkan pakaian seragam yang masih bagus agar saat pengumuman kelulusan UN tidak ada aksi corat-corat pakain seragam.
"Kalau mau corat-coret silahkan tetapi bukan pakaian seragam, tapi baju lain," imbau Ardiyansah.
Jika semua sekolah, SD, SMP, dan SMA bisa mengumpulkan pakaian seragam, jumlahnya cukup banyak, dan sangat memberikan manfaat yang besar siswa lain yang membutuhkan.
Ia juga mengatakan UN SMA dan SMP serta UN susulan untuk Kota Palu sudah selesai dan berjalan lancar meski khusus UN tingkat SMA sempat tertunda karena keterlambatan naskah.
"Tapi bukan hanya di Palu, namun ada 11 provinsi yang tidak bisa melaksanakan UN SMA sesuai jadwal yang ditetapkan," katanya.
Khusus untuk UN SMP berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Sekarang tinggal UN SD yang dijadwalkan berlangsung pada 6-8 Mei 2013.
Pemkot Palu berharap tingkat kelulusan UN SD, SMP dan SMA di Palu meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
