
Guru Dari Pegunungan Terima Penghargaan

Sekolah tempatnya mengabdi dulu dikenal dengan nama "Sekolah Daun".
Palu (antarasulteng.com) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muh Nuh memberikan penghargaan kepada tiga guru sekolah dasar di Sulawesi Tengah, dua di antaranya mengajar di wilayah pegunungan di Kota Palu, Kabupaten Sigi.
Ketiganya diberi penghargaan masing-masing satu unit sepeda motor dan diserahkan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Sudarto pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2013 di Palu, Kamis.
Tiga guru tersebut adalah Indrawati AM Apd, Rizal S.Pd dan Ermin B Tiranda S.Pd.
Sementara Indrawati adalah guru Sekolah Dasar Inpres Mantikole, Kecamatan Marawola.
Ia mengajar di wilayah pegunungan Topesino, Desa Mantikole. Sekolah tempatnya mengabdi dulu dikenal dengan nama "Sekolah Daun" karena sekolahnya hanya terbuat dari daun, namun sekarang sekolah itu sudah permanen.
Untuk bisa menjangkau sekolah itu hanya bisa berjalan kaki kurang lebih dua hingga tiga jam dari Desa Mantikole. Sementara Mantikole dari Kota Palu ditempuh sekitar 40 menit menggunakan sepeda motor atau mobil.
Selain itu, Rizal adalah guru di Sekolah Dasar Negeri Tompu, di wilayah pegunungan Biromaru yang berjarak kurang lebih 30 kilometer dari pusat Kota Palu. Akses transportasi ke wilayah itu juga sulit dengan medan jalan yang menantang.
Sementara Ermin adalah pendidik yang diberi penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya menjadi tenaga pengajar para anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa di Kabupaten Marawola, Sigi.
Ermin berharap di momentum Hardiknas ini pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat terus menjadi perhatian pemerintah.
Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah berlangsung sederhana dengan inspektur upacara Wakil Gubernur Sudarto.
Sudarto saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional Muh Nuh mengatakan, atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muh Nuh menyampaikan permohonan maafnya atas persoalan penyelenggaraan Ujian Nasional tingkat SMA sederajat 2012/2013 karena 11 provinsi mengalami keterlambatan ujian.
"Ini harus kita jadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat," katanya.
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
