Logo Header Antaranews Sulteng

Harga BBM Naik Pada Bulan Juni

Rabu, 22 Mei 2013 16:45 WIB
Image Print
Menkeu Muhammad Chatib Basri (kiri) beramah tamah dengan para pimpinan Badan Anggaran DPR sebelum mengikuti rapat kerja di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5) (ANTARA FOTO/Widodo)
kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga defisit anggaran dibawah tiga persen terhadap PDB."

Jakarta (antarasulteng.com) - Harga bahan bakar minyak dipastikan naik pada bulan Juni 2013, namun mulai tanggal berapa, belum diputuskan.

"Masih menunggu keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata Menteri Keuangan Chatib Basri dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR dengan pemerintah di Jakarta, Rabu.

Chatib mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga defisit anggaran dibawah tiga persen terhadap PDB.

Menurut dia, pengendalian defisit anggaran dan konsumsi BBM bersubsidi tersebut dilakukan melalui kenaikan harga premium sebesar Rp2.000 per liter dan solar sebesar Rp1.000 per liter.

"Pengendalian defisit ini melalui penyesuaian harga premium dan solar pada Juni 2013," katanya.

Chatib mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut tidak akan mencegah peningkatan belanja subsidi BBM yang dalam RAPBN-Perubahan 2013 ditetapkan sebesar Rp209,9 triliun atau lebih tinggi dari APBN sebesar Rp193,8 triliun.

"Namun, apabila tidak ada kenaikan harga BBM, belanja subsidi BBM diperkirakan mencapai Rp297,7 triliun dan defisit mencapai 3,83 persen terhadap PDB," katanya.

Menurut Chatib, pemerintah telah memperkuat program percepatan dan perluasan perlindungan sosial sebesar Rp12,5 triliun, sebagai kompensasi kepada masyarakat miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Alokasi sebesar Rp12,5 triliun tersebut, digunakan untuk raskin sebesar Rp4,3 triliun, Beasiswa untuk Siswa Miskin (BSM) bidik misi Rp7,5 triliun dan Program Keluarga Harapan (PKH) Rp0,7 triliun.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Rp11,6 triliun untuk 15,5 juta rumah tangga sasaran selama lima bulan dan penambahan dana untuk infrastruktur dasar irigasi dan air bersih Rp6 triliun. (S034)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026