Logo Header Antaranews Sulteng

Warga Sigi Tanam Pohon di Badan Jalan

Selasa, 5 Juni 2012 15:40 WIB
Image Print
Jalan yang perlu perbaikan (ANTARA)
"Warga sudah protes ke pemerintah tapi hingga saat ini tidak ada perubahan," kata Masdar.

Palu - Warga Desa Bora, Kabupaten Sigi, Selasa, menanam pohon di tengah jalan sebagai bentuk protes atas macetnya pembangunan jalan sepanjang sekitar 6,5 kilometer yang saat ini pembangunannya berhenti tanpa alasan jelas sehingga membuat warga sekitar marah.

Kondisi jalan saat ini masih tertutup pasir dan kerikil sehingga sering menimbulkan debu ketika banyak kendaraan melintas.

Masdar, warga Desa Bora, mengatakan berhentinya proyek pembangunan jalan itu berlangsung sejak sekitar tiga bulan.

Seharusnya, jalan itu sudah selesai pada Mei 2012 namun hingga kini tidak ada alasan jelas dari pihak penyelenggara proyek tentang kelanjutan pembangunan jalan.

"Warga sudah protes ke pemerintah tapi hingga saat ini tidak ada perubahan," kata Masdar.

Dia mengatakan, saat ini debu-debu banyak masuk ke rumah-rumah warga dan warung-warung sehingga kotor dan mengganggu pernafasan.

Bahkan, katanya, sejumlah warga ada yang mengalami batuk-batuk akibat sering menghirup udara berdebu.

Menurutnya, pemerintah selaku penentu kebijakan harus memanggil pelaksana proyek untuk segera menyelesaikan pembangunan jalan.

"Jangan sampai terdapat banyak warga yang sakit akibat menghirup debu," katanya.

Akram, warga lainnya, mengaku akan meneruskan aksi menanam pohon di jalan serta menaruh ban bekas agar jalan yang menghubungkan ke Kota Palu itu tidak dilewati.

"Lebih baik mobil atau kedaraan lainnya jangan lewat jalan ini agar tidak semakin berdebu," katanya.

Dia mengatakan, Bupati Sigi Aswadin Randalembah dan sejumlah anggota DPRD setempat sudah pernah meninjau kondisi jalan tersebut.

"Mereka hanya minta warga bersabar. Sampai kapan kami harus bersabar," katanya.

Aksi penanaman pohon di jalan yang belum rampung sebelumnya pernah terjadi di Kota Palu, tetangga Kabupaten Sigi.

Usai sepekan warga menanam pohon dan menutup jalan, akhirnya pemerintah setempat memanggil kontraktor dan segera menyelesaikan pembangunan jalan. (R026)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026