Seribu Rumah Gadang Diusulkan Jadi Warisan Dunia
Selasa, 10 Desember 2013 12:25 WIB
Rumah gadang di kawasan Seribu Rumah Gadang di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. (ANTARA/Iggoy el Fitra)
Padang Aro (antarasulteng.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan kawasan Seribu
Rumah Gadang di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok
Selatan, Sumatera Barat, menjadi warisan budaya dunia ke Organisasi
Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya PBB (Unesco).
"Kita berharap kawasan Seribu Rumah Gadang ini menjadi warisan dunia sehingga mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung dan juga sebagai salah satu kebanggaan Sumbar," kata Kepala Bidang Budaya, Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Solok Selatan, Desrial, di Padang Aro, Senin.
Ia menjelaskan, Solok Selatan setidaknya memiliki 600 unit rumah gadang dengan berbagai bentuk dan model yang tersebar di tujuh kecamatan.
"Di Nagari Koto Baru ada sekitar 134 unit Rumah Gadang yang masih berdiri," katanya.
Semua model rumah gadang yang ada di Sumatera Barat, lanjut dia, ada di kawasan yang disebut Seribu Rumah Gadang itu.
Beberapa rumah gadang di kawasan itu, ia menjelaskan, kini sudah dijadikan sebagai rumah penginapan untuk wisatawan.
"Wisatawan yang datang ke Solok Selatan sekarang sudah bisa langsung menikmati sensasi tidur di dalam rumah gadang," jelasnya.
"Kita berharap kawasan Seribu Rumah Gadang ini menjadi warisan dunia sehingga mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung dan juga sebagai salah satu kebanggaan Sumbar," kata Kepala Bidang Budaya, Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga Solok Selatan, Desrial, di Padang Aro, Senin.
Ia menjelaskan, Solok Selatan setidaknya memiliki 600 unit rumah gadang dengan berbagai bentuk dan model yang tersebar di tujuh kecamatan.
"Di Nagari Koto Baru ada sekitar 134 unit Rumah Gadang yang masih berdiri," katanya.
Semua model rumah gadang yang ada di Sumatera Barat, lanjut dia, ada di kawasan yang disebut Seribu Rumah Gadang itu.
Beberapa rumah gadang di kawasan itu, ia menjelaskan, kini sudah dijadikan sebagai rumah penginapan untuk wisatawan.
"Wisatawan yang datang ke Solok Selatan sekarang sudah bisa langsung menikmati sensasi tidur di dalam rumah gadang," jelasnya.
Pewarta : Hamriadi
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Merawat rumah bersama: mewujudkan pelayanan oikumenis dalam lensa Eko Teologi
27 April 2026 9:21 WIB
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020