Miss Uncen Dilatih Tembak
Sabtu, 26 April 2014 15:05 WIB
(antara)
Jayapura (antarasulteng.com) - Puluhan finalis Miss Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua, 2014, dilatih membatik.
Para finalis itu dilatih oleh Jimmy Afarr, pemilik batik port numbay (Jayapura-red). Jimmy kepada Antara di Jayapura, Kamis mengatakan, pelatihan baru saja berakhir."Pelatihan baru saja berakhir," tuturnya.
Menurut dia,bagi seorang finalis dan calon model, harus tahu gaung dan model baju yang akan dikenakan. "Khusus orang Papua, jangan asal pake baju batik ciri khas Papua, tetapi dia harus tahu lukisan apa yang termuat dalam baju itu," ujarnya.
Selain tahu, kata dia, seorang model juga harus tahu membatik, jangan hanya tahu memakai batik. Para peserta finalis yang dilatih diharapkan bisa membatik.
Sementara itu, Putri Papua tahun 2013, Maria Fransiska Tambingon yang ditemui secara terpisah mengatakan, generasi muda Papua harus mempertahankan apa yang sudah ada, lebih khusus untuk dunia batik. "Anak-anak muda di Papua perlu kembangkan batik berciri khas daerahnya guna mempertahankan budaya membatik," katanya.
Delince Gobay, Peserta Miss Uncen 2014 mengaku, dirinya bersyukur bisa mendapat ilmu membatik. Ia juga mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan membatik.
Peserta lain, Monalisa Lia Rumbekwan, mengatakan, belajar membatik merupakan pengalaman pertamanya. Sebab membatik unik karena mengambarkan ciri khas budayanya.
Dia mengatakan, dirinya siap mengajar orang lain dari pengetahuan yang didapat selama pelatihan. "Saya siap membagikan ilmu yang di dapat kepada orang lain," ujarnya.
Para finalis itu dilatih oleh Jimmy Afarr, pemilik batik port numbay (Jayapura-red). Jimmy kepada Antara di Jayapura, Kamis mengatakan, pelatihan baru saja berakhir."Pelatihan baru saja berakhir," tuturnya.
Menurut dia,bagi seorang finalis dan calon model, harus tahu gaung dan model baju yang akan dikenakan. "Khusus orang Papua, jangan asal pake baju batik ciri khas Papua, tetapi dia harus tahu lukisan apa yang termuat dalam baju itu," ujarnya.
Selain tahu, kata dia, seorang model juga harus tahu membatik, jangan hanya tahu memakai batik. Para peserta finalis yang dilatih diharapkan bisa membatik.
Sementara itu, Putri Papua tahun 2013, Maria Fransiska Tambingon yang ditemui secara terpisah mengatakan, generasi muda Papua harus mempertahankan apa yang sudah ada, lebih khusus untuk dunia batik. "Anak-anak muda di Papua perlu kembangkan batik berciri khas daerahnya guna mempertahankan budaya membatik," katanya.
Delince Gobay, Peserta Miss Uncen 2014 mengaku, dirinya bersyukur bisa mendapat ilmu membatik. Ia juga mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan membatik.
Peserta lain, Monalisa Lia Rumbekwan, mengatakan, belajar membatik merupakan pengalaman pertamanya. Sebab membatik unik karena mengambarkan ciri khas budayanya.
Dia mengatakan, dirinya siap mengajar orang lain dari pengetahuan yang didapat selama pelatihan. "Saya siap membagikan ilmu yang di dapat kepada orang lain," ujarnya.
Pewarta : Musa Abubar
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini pofil Fathur Gustafian, atlet menembak yang lolos ke Olimpiade Paris
11 January 2024 6:45 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020