Game simulator penerbangan Microsoft akan segera lepas landas
Sabtu, 15 Agustus 2020 9:15 WIB
Versi Xbox game Flight Simulator (AFP)
Jakarta (ANTARA) - Saat ini banyak pesawat yang masih dilarang terbang karena pandemi virus corona, namun pilot dan calon pilot akan segera dapat melakukan perjalanan secara virtual berkat kabar terbaru dari pembaruan game simulator penerbangan milik Microsoft.
Dengan akses ke pemetaan satelit Bing Microsoft dan pemrosesan bertenaga cloud, pengembang asal Prancis, Asobo Studio, berusaha untuk membuat pengalaman uji coba penerbangan tersebut senyaman mungkin.
Dikutip dari laman France24, Jumat, dua pendiri Asobo bahkan telah mengambil pelajaran terbang selama empat tahun terakhir setelah studio tersebut mendapat tugas dari Microsoft untuk menggarap game -- yang bermula pada 1982 -- dengan pembaruan pertama pada 2006 tersebut.
"Pelajaran terbang penting (untuk memperkenalkan) sesuatu yang sensoris ke dalam permainan tersebut," ujar salah satunya, Marcel Bossard, kepada AFP.
"Sensasi apa yang dirasakan pilot? Apa yang bisa dia dengar? Bagaimana kepalanya bergerak? Bagaimana reaksi pesawat di bawah awan dan di atas laut? Dalam simulasi sebelumnya, itu agak kaku," kata Bossard, insinyur yang memimpin pengembangan perangkat lunak game tersebut.
Judul baru untuk game tersebut sedang dipertimbangkan. Game tersebut akan hadir untuk PC pada awalnya, dengan versi Xbox akan datang selanjutnya.
Game tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi perusahaan pengembang game, yang didirikan oleh 12 teman main game, pada 2002 di sebuah apartemen di barat daya kota Bordeaux.
Asobo menjadi terkenal karena adaptasi video game, dari sejumlah film Pixar, termasuk "Ratatouille," "Wall-E," "Up" dan "Toy Story 3."
Pencapaian penting lainnya adalah peluncuran game "A Plague Game: Innocence" pada Mei 2019, yang memenangkan banyak penghargaan industri game.
Perbedaan antara 18 tahun lalu dan sekarang "seperti belajar terbang dengan pesawat kecil dan pada akhirnya menjadi pilot Airbus", kata Bossard.
Game Microsoft tersebut ditujukan bagi pilot, maupun amatir atau bahkan mereka yang tertarik dengan penerbangan, untuk memberikan pengalaman berlatih di dalam armada pesawat.
Kokpit, awan dan Kilimanjaro
Versi 2020 memberi pengalaman terbang menggunakan mulai dari Pitts Special S2S hingga Airbus A320 Neo atau Boeing Dreamliner, dan opsi untuk terbang dari berbagai bandara di seluruh dunia melewati pemandangan kota dan formasi awan yang terperinci.
Untuk pertama kalinya, berkat teknologi Microsoft, visual penerbangan dari kokpit menjadi lebih detail.
Kemajuan perangkat lunak, dan dimulainya kecerdasan buatan, telah memberi para perancang game, kemampuan untuk memetakan dunia, dari lautan biru Karibia hingga puncak Gunung Kilimanjaro.
Pengalaman secara nyata ini diperkuat oleh data cuaca realtime dari server Bing Microsoft, yang akan memberi informasi kepada pilot virtual mengenai kondisi aktual di area penerbangan mereka, bukan awan pada umumnya.
Game tersebut sangat dinanti, terlebih pada saat pandemi seperti sekarang ini di mana orang-orang harus tetap berada di rumah dan maskapai dilarang terbang.
"Flight Simulator adalah judul yang dimainkan oleh puluhan juta gamer, ada komunitas yang telah menunggu selama beberapa tahun. Tidak ada celah bagi Microsoft untuk melakukan kesalahan," kata pakar game Laurent Michaud.
Taruhannya bahkan lebih tinggi untuk Asobo. Peluncuran yang sukses akan menawarkan batu loncatan menuju "permainan, pendanaan dan tim yang lebih besar", kata dia.
"Ketika ada ekspektasi tinggi seperti itu, kamu tidak bisa mengecewakan. Reputasi Asobo dipertaruhkan," dia melanjutkan.
Perusahaan Prancis tersebut sangat menyadari gejolak yang akan datang jika upayanya gagal memenuhi ekspektasi komunitas penerbang.
Flight Simulator adalah "monumen dalam sejarah video game", kata salah satu pendiri Asobo David Dedeine.
"Kami menerima begitu banyak pesan (dari fans) di mana-mana, dari segala usia, bahkan di dunia penerbangan di mana banyak orang ingin membantu kami," kata dia.
"Kami sedang menyentuh sesuatu yang jauh melampaui produk," dia menambahkan.
Dengan akses ke pemetaan satelit Bing Microsoft dan pemrosesan bertenaga cloud, pengembang asal Prancis, Asobo Studio, berusaha untuk membuat pengalaman uji coba penerbangan tersebut senyaman mungkin.
Dikutip dari laman France24, Jumat, dua pendiri Asobo bahkan telah mengambil pelajaran terbang selama empat tahun terakhir setelah studio tersebut mendapat tugas dari Microsoft untuk menggarap game -- yang bermula pada 1982 -- dengan pembaruan pertama pada 2006 tersebut.
"Pelajaran terbang penting (untuk memperkenalkan) sesuatu yang sensoris ke dalam permainan tersebut," ujar salah satunya, Marcel Bossard, kepada AFP.
"Sensasi apa yang dirasakan pilot? Apa yang bisa dia dengar? Bagaimana kepalanya bergerak? Bagaimana reaksi pesawat di bawah awan dan di atas laut? Dalam simulasi sebelumnya, itu agak kaku," kata Bossard, insinyur yang memimpin pengembangan perangkat lunak game tersebut.
Judul baru untuk game tersebut sedang dipertimbangkan. Game tersebut akan hadir untuk PC pada awalnya, dengan versi Xbox akan datang selanjutnya.
Game tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi perusahaan pengembang game, yang didirikan oleh 12 teman main game, pada 2002 di sebuah apartemen di barat daya kota Bordeaux.
Asobo menjadi terkenal karena adaptasi video game, dari sejumlah film Pixar, termasuk "Ratatouille," "Wall-E," "Up" dan "Toy Story 3."
Pencapaian penting lainnya adalah peluncuran game "A Plague Game: Innocence" pada Mei 2019, yang memenangkan banyak penghargaan industri game.
Perbedaan antara 18 tahun lalu dan sekarang "seperti belajar terbang dengan pesawat kecil dan pada akhirnya menjadi pilot Airbus", kata Bossard.
Game Microsoft tersebut ditujukan bagi pilot, maupun amatir atau bahkan mereka yang tertarik dengan penerbangan, untuk memberikan pengalaman berlatih di dalam armada pesawat.
Kokpit, awan dan Kilimanjaro
Versi 2020 memberi pengalaman terbang menggunakan mulai dari Pitts Special S2S hingga Airbus A320 Neo atau Boeing Dreamliner, dan opsi untuk terbang dari berbagai bandara di seluruh dunia melewati pemandangan kota dan formasi awan yang terperinci.
Untuk pertama kalinya, berkat teknologi Microsoft, visual penerbangan dari kokpit menjadi lebih detail.
Kemajuan perangkat lunak, dan dimulainya kecerdasan buatan, telah memberi para perancang game, kemampuan untuk memetakan dunia, dari lautan biru Karibia hingga puncak Gunung Kilimanjaro.
Pengalaman secara nyata ini diperkuat oleh data cuaca realtime dari server Bing Microsoft, yang akan memberi informasi kepada pilot virtual mengenai kondisi aktual di area penerbangan mereka, bukan awan pada umumnya.
Game tersebut sangat dinanti, terlebih pada saat pandemi seperti sekarang ini di mana orang-orang harus tetap berada di rumah dan maskapai dilarang terbang.
"Flight Simulator adalah judul yang dimainkan oleh puluhan juta gamer, ada komunitas yang telah menunggu selama beberapa tahun. Tidak ada celah bagi Microsoft untuk melakukan kesalahan," kata pakar game Laurent Michaud.
Taruhannya bahkan lebih tinggi untuk Asobo. Peluncuran yang sukses akan menawarkan batu loncatan menuju "permainan, pendanaan dan tim yang lebih besar", kata dia.
"Ketika ada ekspektasi tinggi seperti itu, kamu tidak bisa mengecewakan. Reputasi Asobo dipertaruhkan," dia melanjutkan.
Perusahaan Prancis tersebut sangat menyadari gejolak yang akan datang jika upayanya gagal memenuhi ekspektasi komunitas penerbang.
Flight Simulator adalah "monumen dalam sejarah video game", kata salah satu pendiri Asobo David Dedeine.
"Kami menerima begitu banyak pesan (dari fans) di mana-mana, dari segala usia, bahkan di dunia penerbangan di mana banyak orang ingin membantu kami," kata dia.
"Kami sedang menyentuh sesuatu yang jauh melampaui produk," dia menambahkan.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Simulator Ducati dan Lambo pertama di Asia Tenggara hadir di Jakarta
23 September 2024 16:47 WIB, 2024
Honda Sensing gelar uji keamanan berkendara lewat simulator di GIIAS 2019
23 July 2019 5:57 WIB, 2019
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
Tunjukkan dominasi, pebalap belia Astra Honda melesat di Thailand Talent Cup 2026
04 May 2026 13:50 WIB
DSLNG perkuat kolaborasi Energi, Pemerintah tegaskan dukungan regulasi investasi
24 April 2026 19:57 WIB
PT Vale Indonesia buka lowongan kerja hingga 17 April 2026, Ini daftar posisinya
14 April 2026 9:20 WIB
Naik peringkat raih PROPER hijau 2026, langkah nyata DSLNG perkuat kinerja lingkungan
12 April 2026 17:44 WIB