China disebut tidak akan setujui kesepakatan jual-beli TikTok
Rabu, 23 September 2020 11:06 WIB
Logo aplikasi Tiktok. ANTARA/Shutterstock/am.
Jakarta (ANTARA) - Pemberitaan media lokal di China menyebutkan pemerintah tidak akan menyetujui kesepakatan bisnis antara ByteDance dengan Oracle Corp dengan Walmart Inc di Amerika Serikat.
Reuters mengutip laporan dari koran China Daily, yang dimiliki pemerintah China, kesepakatan bisnis untuk TikTok disebut "kotor dan tidak adil" serta berdasarkan "perisakan dan pemerasan".
Dalam tulisan editorial, China Daily menuliskan "apa yang dilakukan Amerika Serikat ke TikTok nyaris sama saja seperti gangster memaksa kesepakatan bisnis yang tidak masuk akal dan tidak adil terhadap sebuah perusahaan yang sah".
Ketiga perusahaan mengeluarkan pernyataan yang berbeda soal kesepakatan agar TikTok tetap bisa beroperasi di AS. Sementara itu, pemerintah AS ingin memblokir aplikasi tersebut karena alasan keamanan.
ByteDance mengatakan akan membuat anak perusahaan bernama TikTok Global dan mereka akan mengantongi 80 persen saham.
Sementara Oracle dan Walmart menyatakan saham mayoritas di TikTok Global akan dipegang oleh Amerika.
Laporan dari China menyebutkan Washington ingin membatasi perusahaan asing yang lebih unggul dari mereka.
"ByteDance...berdiri tegak tidak hanya supaya tidak kehilangan kontrol atas perusahaan, tapi, juga teknologi inti yang mereka buat dan miliki," kata China Daily.
Selain China Daily, editorial di Global Times juga menyebutkan China tidak akan menyetujui kesepakatan tersebut.
Reuters mengutip laporan dari koran China Daily, yang dimiliki pemerintah China, kesepakatan bisnis untuk TikTok disebut "kotor dan tidak adil" serta berdasarkan "perisakan dan pemerasan".
Dalam tulisan editorial, China Daily menuliskan "apa yang dilakukan Amerika Serikat ke TikTok nyaris sama saja seperti gangster memaksa kesepakatan bisnis yang tidak masuk akal dan tidak adil terhadap sebuah perusahaan yang sah".
Ketiga perusahaan mengeluarkan pernyataan yang berbeda soal kesepakatan agar TikTok tetap bisa beroperasi di AS. Sementara itu, pemerintah AS ingin memblokir aplikasi tersebut karena alasan keamanan.
ByteDance mengatakan akan membuat anak perusahaan bernama TikTok Global dan mereka akan mengantongi 80 persen saham.
Sementara Oracle dan Walmart menyatakan saham mayoritas di TikTok Global akan dipegang oleh Amerika.
Laporan dari China menyebutkan Washington ingin membatasi perusahaan asing yang lebih unggul dari mereka.
"ByteDance...berdiri tegak tidak hanya supaya tidak kehilangan kontrol atas perusahaan, tapi, juga teknologi inti yang mereka buat dan miliki," kata China Daily.
Selain China Daily, editorial di Global Times juga menyebutkan China tidak akan menyetujui kesepakatan tersebut.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ByteDance batal jual TikTok di Amerika Serikat, pilih bermitra dengan Oracle
15 September 2020 11:45 WIB, 2020
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
PT Vale Indonesia buka lowongan kerja hingga 17 April 2026, Ini daftar posisinya
14 April 2026 9:20 WIB
Naik peringkat raih PROPER hijau 2026, langkah nyata DSLNG perkuat kinerja lingkungan
12 April 2026 17:44 WIB
Tips berkendara honda jago #Cari_Aman, perempuan tetap happy di jalan di momen Hari Kartini
08 April 2026 17:10 WIB
Menyalakan pelita pendidikan dari Loeha Raya, Komitmen Vale menyemai generasi masa depan
20 March 2026 10:18 WIB
PT Poso Energy gelar apel siaga pengamanan pasokan listrik perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah
16 March 2026 11:30 WIB