Mamuju,  (antarasulteng.com) - Forum Persaudaraan Pemuda Sulawesi Barat (FPPS) mengecam kontraktor jalan arteri yang mengakibatkan banjir karena menutup sungai di sejumlah daerah di pesisir Kota Mamuju untuk membangun jembatan.

"Seharusnya kontraktor jalan arteri profesional dalam bekerja membangun jalan arteri dan jembatan arteri, agar tidak mengakibatkan banjir yang merugikan masyarakat," kata ketua FPPS Provinsi Sulbar, Nirwansyah di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, kontraktor jalan arteri telah membuat masyarakat di Mamuju mengalami kerugian karena menutup sungai untuk membangun jembatan arteri padahal itu sesungguhnya tidak perlu dilakukan kalau seandainya kontraktor jalan arteri profesional bekerja.

"PT AKAS kontraktor jalan arteri mesti dievaluasi pemerintah karena telah merugikan masyarakat sekitar, yang terkena dampak banjir karena ulahnya," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak menghambat pembangunan namun tidak setuju dengan pembangunan yang mengorbankan masyarakat sehingga pemerintah mesti menindak kontraktor jalan arteri," katanya.

Sebelumnya ribuan rumah terendam banjir di sejumlah wilayah Mamuju hingga satu meter, karena dampak dari sungai yang muaranya ditutup, kemudian meluap kepemukiman penduduk pada (5/12).

Rumah yang terendam banjir diantaranya di Jalan Pattana Endeng, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Pattimura, Jalan Almalik Pababari, Jalan KS Tubun, Jalan Ahmad Kirang, Jalan Stadion dan Jalan Tuna Jalan Kelapa Jalan Husni Thamrin terendam banjir.

Di lain tempat, banjir juga merendam wilayah pemukiman padat penduduk seperti di BTN Axuri, Kompleks Pemda, BTN Ampi, Balaninor dan sejumlah pemukiman penduduk lainnya selain juga merendam jalan yang berada dilokasi banjir pemukiman penduduk itu.

Banjir itu juga merendam pasar sentral Mamuju, sejumlah sekolah, kantor pemerintah pekuburan Islam, dan pusat pelayanan publik lainnya.

Karena banjir tersebut mengakibatkan pengguna kendaraan di jalan raya Kota Mamuju menjadi tampak sepi dan masyarakat tidak melakukan aktivitas karena kendaraan mereka akan mogok jika melalui jalan raya yang terendam banjir.

Ramadhan meminta agar kondisi itu mendapatkan perhatian secara serius pemerintah dengan mengevaluasi kontraktor jalan arteri yang telah merugikan masyarakat karena dampak arteri.

"Kontraktor jalan arteri harus dievaluasi karena pekerjaanya tidak beres, sehingga mengakibatkan banjir merugikan masyarakat," katanya.

Ia juga berharap agar drainase di Kota Mamuju diperbaiki agar tidak tersumbat ketika musim hujan tiba yang dapat mengakibatkan banjir.(skd)

Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2024