Polisi Palu Belum Kaitkan Perampokan Dengan Terorisme
Sabtu, 14 Maret 2015 10:08 WIB
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Palu, (antarasulteng.com) - Kepala Polres Palu AKBP Basya Radyananda menyatakan penyidik fokus pada tindak pidana perampokan Bank Danamon pada Jumat (13/3), dan belum mengaitkannya dengan jaringan teroris.
"Kita fokus dulu ke tindak pidana perampokan, jangan lari ke isu yang lain," kata Basya di Palu, Sabtu.
Dia juga enggan mengomentari lebih lanjut ketika ditanya ada pesan khusus yang ditinggalkan oleh perampok bersenjata tersebut di bank.
Dalam perampokan tersebut polisi hanya menemukan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga kuat milik perampok yang berhasil menggasak uang Rp20 juta.
Polisi juga masih menyelidiki motif lain di balik pelaku perampokan yang hanya mengambil uang Rp20 juta, padahal uang yang ada di bank jumlahnya lebih dari itu.
Basya mengatakan polisi masih terus mengejar perampok yang tingginya sekitar 170 cm tersebut. Pengejaran itu dilakukan dengan melakukan razia dan penutupan akses ke luar Kota Palu.
Sebelumnya, Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis mengatakan aksi gerombolan teroris pada umumnya mudah dideteksi berdasarkan waktu-waktu tertentu misalnya pada hari Jumat, bulan Ramadhan, akhir tahun, dan tanggal-tanggal tertentu.
Namun khusus perampokan bank di Palu belum bisa dikaitkan dengan aksi terorisme karena pelakunya belum tertangkap.
Polisi juga telah meminta rekaman kamera CCTV milik bank serta bertanya kepada beberapa pegawai untuk menyelidiki kasus itu lebih lanjut.
Aksi perampokan yang berlangsung kurang dari lima menit tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, polisi juga sulit mengenali wajah pelaku karena ditutup kaca helm berwarna gelap. (skd)
"Kita fokus dulu ke tindak pidana perampokan, jangan lari ke isu yang lain," kata Basya di Palu, Sabtu.
Dia juga enggan mengomentari lebih lanjut ketika ditanya ada pesan khusus yang ditinggalkan oleh perampok bersenjata tersebut di bank.
Dalam perampokan tersebut polisi hanya menemukan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga kuat milik perampok yang berhasil menggasak uang Rp20 juta.
Polisi juga masih menyelidiki motif lain di balik pelaku perampokan yang hanya mengambil uang Rp20 juta, padahal uang yang ada di bank jumlahnya lebih dari itu.
Basya mengatakan polisi masih terus mengejar perampok yang tingginya sekitar 170 cm tersebut. Pengejaran itu dilakukan dengan melakukan razia dan penutupan akses ke luar Kota Palu.
Sebelumnya, Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis mengatakan aksi gerombolan teroris pada umumnya mudah dideteksi berdasarkan waktu-waktu tertentu misalnya pada hari Jumat, bulan Ramadhan, akhir tahun, dan tanggal-tanggal tertentu.
Namun khusus perampokan bank di Palu belum bisa dikaitkan dengan aksi terorisme karena pelakunya belum tertangkap.
Polisi juga telah meminta rekaman kamera CCTV milik bank serta bertanya kepada beberapa pegawai untuk menyelidiki kasus itu lebih lanjut.
Aksi perampokan yang berlangsung kurang dari lima menit tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, polisi juga sulit mengenali wajah pelaku karena ditutup kaca helm berwarna gelap. (skd)
Pewarta : Riski Maruto
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator Sulteng minta polisi transparan tangani konflik tambang Morowali
06 January 2026 11:00 WIB
Polres Morowali tangkap tiga terduga pelaku pembakaran kantor tambang di Morowali
06 January 2026 10:58 WIB
Polda-Sulteng musnahkan sebanyak 60 kg sabu pengungkapan jaringan internasional
30 December 2025 18:38 WIB
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Pemerintah terus bangun bangun jembatan di Tapanuli Tengah untuk pacu ekonomi
25 January 2026 10:38 WIB