Kandungan Nutrisi Jus Buah Tidak Utuh Lagi
Jumat, 17 April 2015 8:59 WIB
Jeruk (Reuters)
Jakarta (antarasulteng.com) - Pakar nutrisi Emilia E Achmadi mengatakan
kandungan nutrisi pada buah yang diproses dalam bentuk jus sudah tidak
utuh lagi jika dibandingkan dengan buah asli.
"Buah dalam bentuk jus tetap nikmat, namun kandungan vitamin dalam buah yang di jus akan hancur karena proses penghancuran buah segar sehingga nutrisinya tidak utuh seperti buah asli," ujar Emilia di Jakarta, Kamis.
Emilia menjelaskan masyarakat di Tanah Air, sudah mulai peduli dengan kesehatan dan mulai memasukkan buah menjadi bagian dari menu makanan yang wajib dikonsumsi sehari-hari.
"Merebaknya jus buah dan buah yang direndam dalam air mineral juga menjadi tren baru yang tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan masyarakat dalam menikmati buah," tambah dia. Bahkan untuk menghindari kebosanan dalam mengkonsumsi buah secara itu-itu saja, lanjut dia, beberapa inovasi pun menjadi jalan keluar untuk mengatasi kebosanan tersebut.
"Banyak cara dalam menikmati buah. Bagi orang Indonesia, sejak dulu telah menikmati buah tak hanya secara langsung, tetapi juga dalam beberapa cara. Contohnya sajian buah dalam wujud rujak, asinan, hingga es buah yang menjadi menu makanan khas Indonesia. Jadi kita sudah tidak asing lagi dengan cara-cara berbeda dalam menikmati buah," jelas Emilia.
Untuk memenuhi nutrisi harian, Emilia menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi buah-buahan berwarna putih, jingga, dan ungu atau keunguan.
"Jika tiga-tiganya kita penuhi dalam jumlah cukup, maka kebutuhan vitamin dan nutrisi lainnya juga sudah terpenuhi," kata dia.
Direktur Tarami FruitMarket, Mr Yao, mengatakan pihaknya menghadirkan sensasi menikmati buah asli dengan cara baru, yakni setiap kunyah Tarami FruitMarket akan membawa pada sensasi kenikmatan buah asli. (skd)
"Buah dalam bentuk jus tetap nikmat, namun kandungan vitamin dalam buah yang di jus akan hancur karena proses penghancuran buah segar sehingga nutrisinya tidak utuh seperti buah asli," ujar Emilia di Jakarta, Kamis.
Emilia menjelaskan masyarakat di Tanah Air, sudah mulai peduli dengan kesehatan dan mulai memasukkan buah menjadi bagian dari menu makanan yang wajib dikonsumsi sehari-hari.
"Merebaknya jus buah dan buah yang direndam dalam air mineral juga menjadi tren baru yang tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan masyarakat dalam menikmati buah," tambah dia. Bahkan untuk menghindari kebosanan dalam mengkonsumsi buah secara itu-itu saja, lanjut dia, beberapa inovasi pun menjadi jalan keluar untuk mengatasi kebosanan tersebut.
"Banyak cara dalam menikmati buah. Bagi orang Indonesia, sejak dulu telah menikmati buah tak hanya secara langsung, tetapi juga dalam beberapa cara. Contohnya sajian buah dalam wujud rujak, asinan, hingga es buah yang menjadi menu makanan khas Indonesia. Jadi kita sudah tidak asing lagi dengan cara-cara berbeda dalam menikmati buah," jelas Emilia.
Untuk memenuhi nutrisi harian, Emilia menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi buah-buahan berwarna putih, jingga, dan ungu atau keunguan.
"Jika tiga-tiganya kita penuhi dalam jumlah cukup, maka kebutuhan vitamin dan nutrisi lainnya juga sudah terpenuhi," kata dia.
Direktur Tarami FruitMarket, Mr Yao, mengatakan pihaknya menghadirkan sensasi menikmati buah asli dengan cara baru, yakni setiap kunyah Tarami FruitMarket akan membawa pada sensasi kenikmatan buah asli. (skd)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Metro Jaya ungkap kasus pembunuhan pemilik hotel di Jakarta Barat
20 April 2023 12:56 WIB, 2023
Jubir COVID-19 minta Pemprov DKI pantau jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk Jakbar
29 March 2020 13:44 WIB, 2020
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020