Huawei prediksi adopsi cloud akan semakin tinggi
Kamis, 25 Maret 2021 7:02 WIB
Dokumentasi - Seorang pria melintas di depan logo Huawei di sebuah pusat perbelanjaan di Shanghai, Cina, Kamis (6/12/2018). ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.
Jakarta (ANTARA) - Huawei menilai akan semakin banyak perusahaan dari berbagai sektor yang industri mengadopsi teknologi komputasi awan atau cloud, salah satunya karena pandemi virus corona.
"Pandemi ini menekan tombol percepatan untuk transformasi digital di berbagai belahan dunia," kata Rotating Chairman Huawei, Ken Hu, dalam pembukaan secara virtual Huawei Industrial Digital Transformation Conference 2021, Rabu.
Data IDC, yang dikutip Huawei, memperkirakan 70 persen perusahaan akan mempercepat adopsi teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, pada 2022. Teknologi digital akan membantu perusahaan dalam membuat aktivitas untuk konsumen, produktivitas dan ketahanan.
Komputasi awan, menurut Huawei, merupakan jawaban untuk menghadapi teknologi di dunia digital. Saat ini, sekitar 81 persen di dunia sudah menggunakan komputasi awan.
Huawei memprediksi 100 persen perusahaan akan memakai kecerdasan buatan pada 2025 nanti.
"Pandemi ini mendorong organisasi untuk beralih ke komputasi awan. Kita akan lihat adopsi penuh cloud lebih cepat 1 sampai 2 tahun lebih cepat dari perkiraan kami," kata Hu.
Adopsi teknologi digital semakin meluas, kini tidak lagi menjadi milik perusahaan berbasis internet
Kecerdasan buatan kini sudah memasuki fase yang baru. Menurut Huawei, pada 2025 mendatang akan ada 97 persen perusahaan besar yang memakai kecerdasan buatan. Sebanyak 77 persen cloud akan ditenagai kecerdasan buatan pada tahun itu.
Baca juga: Jay Chen tegaskan transformasi Huawei untuk Indonesia maju
Baca juga: Kemarin, soal migrasi TV digital hingga tablet Matepad Huawei yang terbaru
Baca juga: Huawei sabet sebagai Digital International Corporation of the Year di Thailand
Baca juga: Huawei berencana akan buat mobil listrik?
"Pandemi ini menekan tombol percepatan untuk transformasi digital di berbagai belahan dunia," kata Rotating Chairman Huawei, Ken Hu, dalam pembukaan secara virtual Huawei Industrial Digital Transformation Conference 2021, Rabu.
Data IDC, yang dikutip Huawei, memperkirakan 70 persen perusahaan akan mempercepat adopsi teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, pada 2022. Teknologi digital akan membantu perusahaan dalam membuat aktivitas untuk konsumen, produktivitas dan ketahanan.
Komputasi awan, menurut Huawei, merupakan jawaban untuk menghadapi teknologi di dunia digital. Saat ini, sekitar 81 persen di dunia sudah menggunakan komputasi awan.
Huawei memprediksi 100 persen perusahaan akan memakai kecerdasan buatan pada 2025 nanti.
"Pandemi ini mendorong organisasi untuk beralih ke komputasi awan. Kita akan lihat adopsi penuh cloud lebih cepat 1 sampai 2 tahun lebih cepat dari perkiraan kami," kata Hu.
Adopsi teknologi digital semakin meluas, kini tidak lagi menjadi milik perusahaan berbasis internet
Kecerdasan buatan kini sudah memasuki fase yang baru. Menurut Huawei, pada 2025 mendatang akan ada 97 persen perusahaan besar yang memakai kecerdasan buatan. Sebanyak 77 persen cloud akan ditenagai kecerdasan buatan pada tahun itu.
Baca juga: Jay Chen tegaskan transformasi Huawei untuk Indonesia maju
Baca juga: Kemarin, soal migrasi TV digital hingga tablet Matepad Huawei yang terbaru
Baca juga: Huawei sabet sebagai Digital International Corporation of the Year di Thailand
Baca juga: Huawei berencana akan buat mobil listrik?
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DSLNG latih guru penggerak Banggai kuasai pembelajaran berbasis kecerdasan buatan
28 January 2026 10:55 WIB
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
Peringatan Bulan K3 Nasional, PT Poso Energy pastikan karyawan bebas tekanan
11 February 2026 14:17 WIB
All New Honda Vario 125 resmi meluncur di Tolitoli, awali 2026 dengan semangat "Step Up"
05 February 2026 9:46 WIB
Agus Budi Wirawan dilantik sebagai Ketua STAH Dharma Sentana Periode 2026-2030
02 February 2026 13:13 WIB
DSLNG dorong kesiapan Gen Z masuk industri energi melalui energy connect 5.0
29 January 2026 15:46 WIB
Poso Energy bantu 50 sak semen untuk pembangunan sarana olahraga SMAN 1 Pamona Utara
28 January 2026 12:36 WIB