Palu (ANTARA) -
Provinsi Sulawesi Tengah mulai mengekspor sejumlah komoditas pertanian pada sub sektor perkebunan ke negara tujuan Vietnam dan Tiongkok sebagai upaya peningkatan ekonomi daerah.
 
"Ini kali pertama Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Palu mensertifikasi rempah-rempah asal Sulteng sebanyak 63,78 ton yang perdana di kirim ke negara tujuan," kata Junaidi, Kepala
Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat melepas ekspor perdana sejumlah komoditas pertanian di Pelabuhan Pantoloan Palu, Senin.
 
Dia menjelaskan, komoditas perkebunan yang diekspor yakni lada putih, pala biji dan bunga pala (fulli) dengan nilai ekonomi sebesar Rp3,7 miliar melalui jalur laut Pelabuhan Pantoloan Palu dengan kapal KM Meratus Batam yang selanjutnya terhubung dengan KM Wanhai menuju Hao Chi Minh, Vietnam dan KM Inferro menuju Tiongkok di Palabuhan Tanjung Perak Surabaya.
 
Menurut dia, pencapaian ini menjadi satu pendorong bagi upaya pemulihan ekonomi, baik untuk masyarakat Sulteng maupun secara nasional.

Kepala Karantina Pertanian Palu Amril menjelaskan, fasilitasi karantina ekspor yang telah diberikan pihaknya kepada sejumlah komoditas yakni lada putih sebanyak 50,13 ton, bunga pala 1,47 ton ke Vietnam dan pala biji 12,18 ton ke negara Tiongkok.

"Momentum positif ekspor ini perlu di jaga dan tingkatkan, agar pertanian di Sulteng bisa turut serta ambil bagian sebagai upaya peningkatan ekonomi daerah, apa lagi di tengah situasi COVID-19," ujar Amril.

Dia menambahkan, upaya peningkatan ekspor pertanian di Sulteng, Karantina Pertanian Palu fokus pada pencapaian target program Gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian (Gratieks) yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulteng Bunga Elim Somba mengatakan terwujudnya ekspor komoditas perkebunan tidak terlepas dari kerja keras petani dan para pihak lainnya yang memprakarsai upaya tersebut.

Atas dukungan itu, Pemprov Sulteng menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang tim terpadu akselerasi kinerja ekspor pertanian di provinsi tersebut.

"Artinya dengan begitu, pintu ekspor di Sulteng terbuka cukup lebar, tinggal bagaimana kita mempertahankan potensi ini, tentunya kerja keras petani meningkatkan jumlah dan kualitas produksi," ujarnya.

Pewarta : Moh Ridwan
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024