Jakarta (ANTARA) - Telur curah yang biasa dikonsumsi masyarakat biasanya berasal dari peternakan ayam petelur dengan kandang baterai, battery caged.

Dalam kandang baterai, setiap ayam sengaja dipisahkan oleh sekat di kandang yang sempit. Jadi, ayam hanya akan makan, minum, dan bertelur, tanpa melakukan perilaku alaminya seperti bertengger, berjalan, atau berinteraksi dengan ayam yang lain.

Yuvlinda Susanta, Head of Corporate Affairs & Sustainability Super Indo dalam jumpa pers daring mengatakan telur ayam yang dihasilkan dari peternakan tanpa kandang alias cage free memiliki lebih banyak keuntungan.

Pertama, secara etis, telur ayam cage free akan memberikan ketenangan bagi yang mengkonsumsi karena ayam-ayam petelur sejahtera.

"Secara nutrisi telur akan lebih bernutrisi karena ayam tidak stres dan kandang tentunya lebih hygene karena ayam-ayam tidak bercampur dengan kotorannya sendiri," kata Yuvlinda.

Dikutip dari laman organisasi Cage Free Indonesia, seperti halnya makhluk hidup lain, ayam membutuhkan aktivitas bergerak seperti berjalan, bertengger, merenggangkan sayap, mandi debu, dan lainnya. Ayam yang tidak melakukan aktivitas bergerak menandakan bahwa Ayam tersebut mengalami cekaman stres, frustasi atau bahkan sakit.

Sebagai bagian dari aksi menginspirasi pelanggan membuat pilihan yang lebih sehat serta transparansi produk, Super Indo menyediakan telur cage free selain telur biasa di 15 gerainya.

"Telur cage free dan biasa di Super Indo keduanya sudah mengantongi sertifikat NKV dari Kementrian Pertanian yang mensyaratkan higienitas dan sanitasi produk," katanya.

Ditargetkan pada 2022, seluruh gerai Super Indo sudah menjual telur bebas kandang sekat.
 

Pewarta : Ida Nurcahyani
Uploader : Sukardi
Copyright © ANTARA 2024