Palu (ANTARA) - Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (BPD Sulteng) atau Bank Sulteng akan secepatnya mengoptimalkan pelayanan kepada nasabah bank itu yang berada di DKI Jakarta, untuk mendukung kemudahan transaksi keuangan.

"Optimalisasi pelayanan kepada nasabah di Jakarta menjadi satu prioritas kami. Jakarta menjadi satu prioritas pengembangan layanan Bank Sulteng. Kami punya dana di Jakarta sudah mencapai Rp3,7 triliun," ucap Direktur Utama Bank Sulteng Rahmat Abdul Haris, di Palu, Rabu.

PT Bank Sulteng telah membuka kantor fungsional non operasional (KFNO) di Jakarta, berlokasi di Thamrin City. KFNO Bank Sulteng diresmikan oleh Gubernur Sulteng defenitif Longki Djanggola bersama Gubernur Sulteng terpilih hasil pilkada 2020 Rusdi Mastura, pada Jumat (28/5).

Haris mengemukakan Jakarta menjadi satu potensi besar dalam pengembangan layanan dan usaha Bank Sulteng. Karena itu, sebut dia, dengan adanya KFNO Bank Sulteng di Jakarta, maka dana senilai Rp3,7 triliun, diupayakan untuk dapat berkembang hingga dua kali lipat.

"Dengan adanya cabang ini, kita akan tingkatkan dua kali lipat dalam tahun ini," sebutnya.
 
Saat ini, ia menambahkan, Bank Sulteng telah membentuk tim di Jakarta untuk melakukan perekrutan karyawan, agar pelayanan kepada nasabah bisa segera dilakukan dalam Juni 2021.

"Perekrutan tahap pertama kami targetkan 14 karyawan," ungkapnya.

Baca juga: Bank Sulteng bukukan laba Rp217 miliar hingga November 2020

Selain kepada masyarakat umum, dan warga Sulteng yang ada di Jakarta, Haris juga mengakui bahwa, investor yang berinvestasi di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dan kantor pusatnya di Jakarta, menjadi satu sasaran layanan serta potensi besar dalam pengembangan Bank Sulteng.

Oleh karena itu, kata dia, Bank Sulteng berkomitmen untuk memberikan layanan kemudahan kepada investor dan bersedia mendukung kegiatan investasi yang dilakukan oleh investor.

Bank Sulteng juga memiliki produk layanan pembiayaan dagang (trade finance) yang ditawarkan kepada investor, untuk membantu pembiayaan dalam perdagangan produk yang dimiliki investor.

"Jadi, kalau misalnya ada produk yang mau dikirim ke mana, kami bantu membiayainya," ujar Haris.

Selain itu, Bank Sulteng ikut memberikan dukungan untuk penyediaan alat berat bagi kelancaran usaha yang dilakukan oleh investor dalam kegiatan investasi.

"Investor butuh alat berat, jadi apakah kontraktornya yang kami kasih atau investornya. berdasarkan pengalaman investornya juga dikasih," katanya.

Baca juga: Bank Indonesia catat Inflasi Sulteng saat Ramadhan rendah dan terkendali
Baca juga: Pemkab Buol dapat bantuan CSR Rp1 miliar dari Bank Sulteng

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Mohamad Ridwan
Copyright © ANTARA 2024