DKP Sulteng Bangun `Nursery` Percontohan Udang Vanamei
Kamis, 5 November 2015 4:04 WIB
Pekerjaan fisik pembangunan nursery udang vanamei yang sedang berjalan di Kelurahan Mamboro, Palu, ditinjau Kadis KP Sulteng, Selasa (3/11) (Antarasulteng.com/Rolex Malaha)
Palu, (antarasulteng.com) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah sedang membangun sebuah tempat pemprosesan benih (nursery) udang vanamei sebagai `nursery` pertama di Sulteng dan percontohan untuk mendukung pengembangan teknologi budidaya udang Supra Intensif Indonesia (SII) di daerah ini.
Kepala Dinas KP Sulteng Hasanuddin Atjo mengemukakan di Palu, Rabu, nursery ini dibangun di lokasi perbenihan DKP Sulteng Kelurahan Mamboro, Kota Palu, yang pekerjaan fisiknya selesai Desember 2015.
Tahun depan, kata Atjo, nursery ini diharapkan sudah mulai berproduksi dengan kapasitas sekitar 500.000 ekor setiap 25 hari.
Nursery ini terutama untuk mendukung beberapa lokasi percontohan budidaya udangHasanuddin target="_blank"> mengemukakan teknologi budidaya udang supra intensif makin diminati masyarakat sehingga beberapa pengusaha di daerah ini sudah mulai mencoba mengembangkannya dan hasilnya memuaskan.
Teknologi budidaya SII ini tercatat sebagai sistem budidaya ramah lingkungan yang paling produktif di dunia dewasa ini dengan produktivitas rata-rata 153 ton per hektare.
Pengertian supra intensif adalah mengimplementasikan secara konsisten dan terkontrol lima sub sistem budidaya yang dimulai dari penggunaan benih bermutu, kecukupan nutrisi, dan pengendalian patogen yang dikemas dalam satu sistem manajemen modern.
Kepala Dinas KP Sulteng Hasanuddin Atjo mengemukakan di Palu, Rabu, nursery ini dibangun di lokasi perbenihan DKP Sulteng Kelurahan Mamboro, Kota Palu, yang pekerjaan fisiknya selesai Desember 2015.
Tahun depan, kata Atjo, nursery ini diharapkan sudah mulai berproduksi dengan kapasitas sekitar 500.000 ekor setiap 25 hari.
Nursery ini terutama untuk mendukung beberapa lokasi percontohan budidaya udangHasanuddin target="_blank"> mengemukakan teknologi budidaya udang supra intensif makin diminati masyarakat sehingga beberapa pengusaha di daerah ini sudah mulai mencoba mengembangkannya dan hasilnya memuaskan.
Teknologi budidaya SII ini tercatat sebagai sistem budidaya ramah lingkungan yang paling produktif di dunia dewasa ini dengan produktivitas rata-rata 153 ton per hektare.
Pengertian supra intensif adalah mengimplementasikan secara konsisten dan terkontrol lima sub sistem budidaya yang dimulai dari penggunaan benih bermutu, kecukupan nutrisi, dan pengendalian patogen yang dikemas dalam satu sistem manajemen modern.
Pewarta : Rolex Malaha
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina siapkan dukungan Avtur untuk penerbangan Haji 2026 lewat AFT Hasanuddin
22 April 2026 21:27 WIB
Pangdam XIV/Hasanuddin tinjau progres proyek strategis nasional PT Vale di Pomalaa
03 December 2025 11:51 WIB
Danlanud Hasanuddin temui Wabup Sigi bahas terkait insiden penembakan warga
14 July 2024 7:01 WIB, 2024