Poso, Sulteng, (antarasulteng.com) - Bila tidak ada aral melintang, investor Poso City Mall, PT. Welmy Pratama Indah, akan mulai mengoperasikan (soft openng) Poso City Mall pada Maret 2016.

"Kami ingin segera mewujudkan impian kami ini dan memuaskan warga Poso dan sekitarnya yang telah lama menanti mall ini," kata Haeruddin Darwis, General Manager PT. Welmy Pratama Indah saat ditemui di lokasi pembangunan PCM di Poso, Kamis.

Insya Allah, katanya, bulan Maret nanti, PCM sudah beroperasi. Pembangunan fisiknya terus digenjot dan tenan-tenan yang akan menggunakan setiap ruang di PCM ini terus bertambah.

Menurut Haeruddin, bila PCM nanti beroperasi, maka Kota Poso akan menjadi kota kabupaten pertama di seluruh Pulau Sulawesi yang memiliki mall dan Hypermart.

"Istimewanya lagi, Hypermart yang akan hadir di Poso City Mall ini adalah yang paling moderen dewasa ini karena merupakan Hypermart generasi ke-7 sehingga akan lebih modern dari Hypermart yang ada di Kota Makassar, Manado dan Palu," ujarnya.

Menurut dia, PCM akan memiliki bangunan berlantai tiga dengan luas total 18.000 meter persegi dimana 6.500 persegi di antaranya akan digunakan Hypermart. Tenan-tenan terkemuka lainnya yang sudah menyatakan akan hadir di PCM antara lain CFC (California Fried Chiken), MDonald, Hammer, Onework, Optic Melawai dan Studio-21, ujarnya.

Dalam rencana induk pengembangan yang sudah ditetapkan direksi, kata Haeruddin, PCM akan dibangun dalam tiga tahap, dan pada tahap kedua nanti, akan menghadirkan Matahari Departemen Store. Pengembangan tahap II dan III akan disesuaikan dengan kondisi setelah pengembangan Tahap I berjalan.

Dikatakannya, pembangunan tahap pertama yang dimulai pada 27 Desember 2014, progres fisik kini telah mencapai sekitar 60 persen dengan total investasi mencapai sekitar Rp45 miliar dari rencana investasi tahap pertama sebesar Rp70 miliar.

Kendala yang dihadapi dalam upaya percepatan pembangunan konstruksi adalah karena material bangunan di luar pasir dan kerikil seluruhnya harus didatangkan dari luar daerah, terutama semen, besi beton, rangka baja, keramik dan bahan-bahan bangunan untuk finishing.

Ketika ditanya mengapa PT. Welmy Pratama Indah berani membangun mall di daerah eks konflik tersebut, Haeruddin mengatakan alasan pertama karena pertimbangan historis sebab Poso pernah mengalami masa-masa kejayaan di masa lalu sebagai kota yang paling ramai di Sulawesi Tengah dan posisi ini ingin kami kembalikan lagi.

Alasan berikutnya adalah Poso merupakan kota yang letaknya sangat strategis karena terletak di pusat jalur trans Sulawesi dimana sebagian besar kabupaten di Sulteng harus melintas di kota ini bila hendak menuju Ibu Kota Provinsi Sulteng atau ibu kota provinsi lainnya di Sulawesi.

"Poso City Mall ini akan dinikmati oleh paling tidak masyarakat di empat kabupaten yang berpenduduk total sekitar 600.000 orang yakni Poso, Tojo Unauna, Morowali dan Morowali Utara, yang sebelum masa reformasi, semuanya tergabung dalam satu kabupaten yang bernama Poso," ujarnya.

Soal situasi keamanan Poso, Haeruddin mengakui bahwa semula sejumlah tenan besar seperti Hypermart ragu-ragu untuk masuk Poso, namun setelah beberapa kali berkunjung ke sini dan melihat langsung situasi riil Poso dan sekitarnya, mereka yakin bahwa investasi di Poso ini merupakan keputusan yang tepat dan penting.

"Situasi Poso ini sangat aman, kondusif, penuh kekeluargaan. Cuma di luar sana yang terkesan Poso tidak aman akibat pemberitaan media massa," ujarnya.

Sementara penjabat Bupati Poso Sinsigus Songgo mengaku sangat mengapresiasi investor PCM yang bersedia membangun mall di Poso yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat.

"Pemerintah dan masyarakat sangat mendukung kehadiran mall ini. Kehadiran mall ini juga sekaligus akan menjadi pemberitahuan kepada dunia luar bahwa Poso aman dan kondusif untuk investasi dan pariwisata. Jadi, para investor diundang beramai-ramai untuk masuk Poso," ujarnya. (R007)


Pewarta : Rolex Malaha
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2024