Butik Singapura Pasarkan UKM Indonesia
Senin, 6 Agustus 2012 12:47 WIB
jilbab menjadi produk asessories yang dijual butik di Singapura (ANTARA Sulteng/Basri Marzuki)
Batam - Sedikitnya dua butik di Singapura memamerkan produk aksesoris pakaian dari Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia.
"Ada dua butik di Singapura yang sudah jadi pelanggan saya untuk dijual lagi sama mereka," kata Atik di Singapura, Senin.
Aksesosris yang dipasarkan di Singapura berupa bros hiasan jilbab dan baju, hiasan rambut, kalung, cincin dan gelang dari batu, plastik dan sulaman.
Atik yang ditemui dalam Bazar Ramadhan Geylang atau yang dikenal dengan Geylang Serai Hari Raya Light Up & Celebrations 2012 mengatakan, aksesoris itu ia rancang sendiri disesuaikan dengan keinginan pasar Singapura.
"Kalau saya, sudah sering ikutan Changi Expo, jadi tahu benar apa yang dimaui orang Singapura," kata dia.
Atik mengatakan seluruh bahan aksesoris ia beli di Jakarta, kemudian dirangkai di Batam untuk dipasarkan di Singapura.
Menurut dia, pasar Singapura amat terbuka dengan produk kerajinan Indonesia yang unik dan karya warna. Namun, sering UKM terkendala kualitas barang yang jelek, sehingga tidak diminati pasar Singapura.
"Makanya saya selalu pakai yang bagus, biar harga mahal tak apa," ucapnya.
Aksesoris karya Atik dipasarkan mulai lima dolar Singapura sampai 35 dolar Singapura tergantung bahan dan kerumitan membuat.
Hingga pekan kedua di pameran Geylang Serai, ia mengatakan sudah berpenghasilan 2.000 dolar Singapura atau Rp15.000.000 (menggunakan kurs satu dolar Singapura Rp7.500).
"Semakin mendekati Hari Raya, semakin ramai. Biasanya sehari bisa dapat 1.000 dolar Singapura," tuturnya.
Geylang Serai adalah festival tahunan yang diselenggarakan sepanjang Bulan Ramadhan di Singapura yang diselenggarakan Majlis Pusat Singapura.
Sekretaris Jenderal Majlis Pusat Pertubuhan-Pertubuhan Budaya Melayu Singapura, Saharudin Kassim mengatakan menyambut baik keikutsertaan UKM Indonesia pada acara tahunan yang ke-16 itu.
Setiap tahun, kata dia, sekitar 3,5 juta pengunjung memadati Geylang Serai. Dan 35 persennya adalah Non-Melayu Islam. Menurut dia, kebanyakan pengunjung memang selalu mencari produk Indonesia yang khas dan unik.
"Setiap tahun, produk Indonesia yang dicari," ujarnya.
Umumnya, pembeli mencari baju muslim dan perlengkapan ibadah yang dibuat menggunakan kerajinan tangan khas.***2***
(Y011)
"Ada dua butik di Singapura yang sudah jadi pelanggan saya untuk dijual lagi sama mereka," kata Atik di Singapura, Senin.
Aksesosris yang dipasarkan di Singapura berupa bros hiasan jilbab dan baju, hiasan rambut, kalung, cincin dan gelang dari batu, plastik dan sulaman.
Atik yang ditemui dalam Bazar Ramadhan Geylang atau yang dikenal dengan Geylang Serai Hari Raya Light Up & Celebrations 2012 mengatakan, aksesoris itu ia rancang sendiri disesuaikan dengan keinginan pasar Singapura.
"Kalau saya, sudah sering ikutan Changi Expo, jadi tahu benar apa yang dimaui orang Singapura," kata dia.
Atik mengatakan seluruh bahan aksesoris ia beli di Jakarta, kemudian dirangkai di Batam untuk dipasarkan di Singapura.
Menurut dia, pasar Singapura amat terbuka dengan produk kerajinan Indonesia yang unik dan karya warna. Namun, sering UKM terkendala kualitas barang yang jelek, sehingga tidak diminati pasar Singapura.
"Makanya saya selalu pakai yang bagus, biar harga mahal tak apa," ucapnya.
Aksesoris karya Atik dipasarkan mulai lima dolar Singapura sampai 35 dolar Singapura tergantung bahan dan kerumitan membuat.
Hingga pekan kedua di pameran Geylang Serai, ia mengatakan sudah berpenghasilan 2.000 dolar Singapura atau Rp15.000.000 (menggunakan kurs satu dolar Singapura Rp7.500).
"Semakin mendekati Hari Raya, semakin ramai. Biasanya sehari bisa dapat 1.000 dolar Singapura," tuturnya.
Geylang Serai adalah festival tahunan yang diselenggarakan sepanjang Bulan Ramadhan di Singapura yang diselenggarakan Majlis Pusat Singapura.
Sekretaris Jenderal Majlis Pusat Pertubuhan-Pertubuhan Budaya Melayu Singapura, Saharudin Kassim mengatakan menyambut baik keikutsertaan UKM Indonesia pada acara tahunan yang ke-16 itu.
Setiap tahun, kata dia, sekitar 3,5 juta pengunjung memadati Geylang Serai. Dan 35 persennya adalah Non-Melayu Islam. Menurut dia, kebanyakan pengunjung memang selalu mencari produk Indonesia yang khas dan unik.
"Setiap tahun, produk Indonesia yang dicari," ujarnya.
Umumnya, pembeli mencari baju muslim dan perlengkapan ibadah yang dibuat menggunakan kerajinan tangan khas.***2***
(Y011)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fairuz A. Rafiq bagikan tips pilih baju gamis nyaman saat dikenakan
07 November 2024 10:50 WIB, 2024
Rajutan wol dari baju bekas untuk hangatkan cucu di musim dingin Gaza
22 January 2024 8:14 WIB, 2024
Erick Thohir hingga Sri Mulyani ajak publik tebak baju adat dipakai di HUT-RI
16 August 2023 9:16 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020