Guru Besar UIN Palu: Berkurban simbol saling menguatkan sesama manusia
Minggu, 10 Juli 2022 21:08 WIB
Guru Besar UIN Datokarama Palu Sagaf S Pettalongi MPd (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Palu (ANTARA) - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, Sagaf S Pettalongi di Palu, Ahad, mengemukakan berkurban menjadi simbol untuk berbagi demi saling menguatkan antarsesama manusia, demi menopang upaya percepatan peningkatan kesejahteraan.
Berkurban, kata Sagaf, juga mengandung nilai spiritual dan sosial, yang salah satu tujuannya untuk mewujudkan kemaslahatan komunal dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara.
"Berkurban bukan hanya wujud ketaatan untuk maslahah ukhrawi, tapi juga wujud kemaslahatan duniawi dengan semangat berbagi pada sesama," ucap Prof Sagaf yang juga Rektor UIN Datokarama Palu.
UIN Datokarama Palu, ujar dia, menyembelih 15 hewan kurban yang selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Sagaf menerangkan berkurban sesungguhnya tidak hanya berdimensi ubudiyah vertikal, tetapi juga berdimensi sosial horisontal.
Peristiwa Ibrahim dan Ismail menjadi simbol kepatuhan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT yang di dalamnya terkandung pelajaran besar di antaranya tentang dimensi ubudiyah vertikal antara seorang hamba dengan Tuhannya, serta dimensi horisontal antarsesama manusia.
Kepatuhan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Tuhan yang terkait dengan ibadah dan bagian dari ibadah, sebut Sagaf, perlu diikutkan dengan menumbuhkan jiwa solidaritas serta toleransi dan kepedulian antar sesama manusia.
Maka berkurban menjadi simbol untuk meredam kepentingan pribadi dan mengedepankan kepentingan bersama.
"Di sinilah letak dimensi horizontal dengan semangat berbagi untuk sesama manusia," katanya.
Sagaf mengatakan nilai dari dimensi horisontal ini, jika dipelihara dan ditingkatkan dan dilakukan secara berkelanjutan usai Idul Adha, maka akan berdampak pada percepatan pembangunan kemaslahatan dan kemakmuran umat.
"Salah satu pelajaran besar dari berkurban adalah keikhlasan dan ketulusan untuk berbagi dengan sesama demi mempercepat kebangkitan bersama dan saling menguatkan," ujarnya.
Berkurban, kata Sagaf, juga mengandung nilai spiritual dan sosial, yang salah satu tujuannya untuk mewujudkan kemaslahatan komunal dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara.
"Berkurban bukan hanya wujud ketaatan untuk maslahah ukhrawi, tapi juga wujud kemaslahatan duniawi dengan semangat berbagi pada sesama," ucap Prof Sagaf yang juga Rektor UIN Datokarama Palu.
UIN Datokarama Palu, ujar dia, menyembelih 15 hewan kurban yang selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Sagaf menerangkan berkurban sesungguhnya tidak hanya berdimensi ubudiyah vertikal, tetapi juga berdimensi sosial horisontal.
Peristiwa Ibrahim dan Ismail menjadi simbol kepatuhan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT yang di dalamnya terkandung pelajaran besar di antaranya tentang dimensi ubudiyah vertikal antara seorang hamba dengan Tuhannya, serta dimensi horisontal antarsesama manusia.
Kepatuhan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Tuhan yang terkait dengan ibadah dan bagian dari ibadah, sebut Sagaf, perlu diikutkan dengan menumbuhkan jiwa solidaritas serta toleransi dan kepedulian antar sesama manusia.
Maka berkurban menjadi simbol untuk meredam kepentingan pribadi dan mengedepankan kepentingan bersama.
"Di sinilah letak dimensi horizontal dengan semangat berbagi untuk sesama manusia," katanya.
Sagaf mengatakan nilai dari dimensi horisontal ini, jika dipelihara dan ditingkatkan dan dilakukan secara berkelanjutan usai Idul Adha, maka akan berdampak pada percepatan pembangunan kemaslahatan dan kemakmuran umat.
"Salah satu pelajaran besar dari berkurban adalah keikhlasan dan ketulusan untuk berbagi dengan sesama demi mempercepat kebangkitan bersama dan saling menguatkan," ujarnya.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tokoh Islam Moderat Sulteng ajak umat beragama cegah hoaks di Pemilu 2024
16 October 2023 19:25 WIB, 2023
Guru Besar UIN Datokarama: Festival Danau Poso bukti nyata Poso aman dikunjungi
11 October 2023 14:23 WIB, 2023
UIN Datokarama Palu beri layanan pendidikan gratis bagi warga miskin Sulteng
09 October 2023 15:02 WIB, 2023
Rektor UIN Datokarama Palu: Pemerintah hargai peran santri rawat NKRI
06 October 2023 20:11 WIB, 2023
FTIK UIN Datokarama dan Disdik Palu kerja sama tingkatkan kompetensi guru
05 October 2023 21:48 WIB, 2023
FTIK UIN Datokarama optimalkan implementasi Kurikulum Merdeka di daerah
03 October 2023 15:02 WIB, 2023
Guru Besar UIN Datokarama ajak umat teladani sikap Nabi Muhammad bangun perdamaian
28 September 2023 21:36 WIB, 2023
Rektor: Reformulasi PPPK mengatasi kekurangan SDM UIN Datokarama Palu
28 September 2023 21:35 WIB, 2023
UIN Datokarama Palu bantu promosikan Sulteng negeri seribu megalit
10 September 2023 17:54 WIB, 2023
Terpopuler - Sosial & Keagamaan
Lihat Juga
Program Alpukat atau anak lahir bawa pulang akta upaya tingkatkan pelayanan administrasi kependudukan
06 February 2026 14:28 WIB