Palu (ANTARA) -
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah dan United Nations Development Programme (UNDP) atau Program Pembangunan PBB berkolaborasi dalam melakukan rekonstruksi sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa di daerah  itu.
 
"Kolaborasi ini berupa pembangunan kembali gedung rumah sakit daerah, sekolah dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna sebagai bentuk bantuan UNDP atas dampak bencana 28 September 2018 di Palu," kata Wakil Wali Kota Palu Reny A. Lamadjido saat memimpin rapat terkait dengan pelaksanaan rekonstruksi pascabencana di Palu, Selasa.
 
Hingga saat ini, sejumlah sarana dan prasarana di perkotaan setempat masih perlu perbaikan, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi hunian warga yang menjadi korban gempa, tsunami, dan likuefaksi tersebut.
 
Mengenai pembangunan kembali sejumlah objek infrastruktur, katanya, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sudah harus mempersiapkan dokumen persyaratan dan dukungan kegiatan konstruksi, termasuk mempersiapkan skema-skema pemanfaatan setelah nantinya selesai dikerjakan dan diserahkan kepada Pemkot Palu.
 
Dia mengatakan salah satu dokumen yang secepatnya diselesaikan yakni menyangkut analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
 
"Pemkot Palu berterima kasih atas perhatian para pihak yang turut membantu memulihkan daerah ini, dan Pemkot Palu sangat terbuka berkolaborasi dengan lembaga mana saja untuk tujuan yang positif," ujar Reny.
 
Ia mengemukakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup merupakan instansi berwenang dalam memantau pembangunan kembali sejumlah fasilitas perkotaan.
 
Di TPA Kawatuna misalnya, katanya, sedang proses pembangunan kolam tempat pemadatan sampah guna mendukung pengelolaan sampah di perkotaan.
 
"Khusus Rumah Sakit Anutapura Palu, pembangunan kembali berupa gedung pusat pengobatan," demikian Reny.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024