IMF proyeksikan China tumbuh 5,2 persen, "kontributor utama" global
Rabu, 12 April 2023 7:50 WIB
Foto Dokumen: Seorang peserta berdiri di dekat logo IMF pada International Monetary Fund - World Bank Annual Meeting 2018 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 12 Oktober 2018. ANTARA/REUTERS/Johannes P. Christo
Washington (ANTARA) - Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pada Selasa (11/4/2023) bahwa ekonomi China akan tumbuh 5,2 persen pada 2023 dan 4,5 persen pada 2024, menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi global.
"Kami memproyeksikan (untuk China) pertumbuhan 5,2 persen pada 2023. Itu naik dari 3,0 persen tahun lalu," kata Pierre-Olivier Gourinchas, direktur Departemen Riset IMF, dalam konferensi pers Selasa (11/4/2023) tentang laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru.
Mengingat ukuran ekonomi China, itu akan menjadi kontributor utama pertumbuhan global di tahun mendatang, kata Gourinchas, menambahkan bahwa itu adalah "salah satu (bagian) berita besar untuk tahun 2023" bahwa ekonomi China sedang dibuka kembali dengan cepat dengan rebound yang kuat.
"Ketika gelombang COVID-19 mereda (di China) pada Januari tahun ini, mobilitas menjadi normal, dan indikator-indikator ekonomi frekuensi tinggi, seperti penjualan ritel dan pemesanan perjalanan, mulai meningkat," kata IMF dalam laporan WEO.
"Pembukaan kembali dan pertumbuhan ekonominya kemungkinan akan menghasilkan limpahan positif, bahkan limpahan yang lebih besar untuk negara-negara dengan hubungan perdagangan yang lebih kuat dan ketergantungan pada pariwisata China," tambahnya.
Menurut perkiraan IMF, ekonomi dunia akan tumbuh 2,8 persen pada tahun 2023, 0,1 poin persentase lebih rendah dari perkiraan Januari.
"Kembalinya ekonomi dunia ke laju pertumbuhan ekonomi yang berlaku sebelum guncangan pada tahun 2022 dan gejolak sektor keuangan baru-baru ini semakin sulit dipahami," kata IMF.
Pertumbuhan global diperkirakan 3,4 persen pada 2022, turun menjadi 2,8 persen pada 2023, sebelum naik menjadi 3,0 persen pada 2024, tambahnya.
Pertumbuhan ekonomi negara-negara maju akan turun setengahnya pada 2023 menjadi 1,3 persen, sebelum naik menjadi 1,4 persen pada 2024, kata IMF.
"Sekitar 90 persen ekonomi negara-negara maju diproyeksikan mengalami penurunan pertumbuhan pada 2023," katanya.
"Dengan perlambatan tajam, ekonomi negara-negara maju diperkirakan akan mengalami pengangguran yang lebih tinggi, rata-rata naik 0,5 poin persentase dari 2022 hingga 2024," kata IMF.
China dan India adalah "dua pengecualian untuk perlambatan" yang diperkirakan akan dialami ekonomi global tahun ini, kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam sebuah konferensi media menjelang pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia.
"India dan China diperkirakan menyumbang setengah dari pertumbuhan global pada 2023. Tetapi yang lain menghadapi pendakian yang lebih terjal," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada acara baru-baru ini di Washington D.C.
"Kami memproyeksikan (untuk China) pertumbuhan 5,2 persen pada 2023. Itu naik dari 3,0 persen tahun lalu," kata Pierre-Olivier Gourinchas, direktur Departemen Riset IMF, dalam konferensi pers Selasa (11/4/2023) tentang laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru.
Mengingat ukuran ekonomi China, itu akan menjadi kontributor utama pertumbuhan global di tahun mendatang, kata Gourinchas, menambahkan bahwa itu adalah "salah satu (bagian) berita besar untuk tahun 2023" bahwa ekonomi China sedang dibuka kembali dengan cepat dengan rebound yang kuat.
"Ketika gelombang COVID-19 mereda (di China) pada Januari tahun ini, mobilitas menjadi normal, dan indikator-indikator ekonomi frekuensi tinggi, seperti penjualan ritel dan pemesanan perjalanan, mulai meningkat," kata IMF dalam laporan WEO.
"Pembukaan kembali dan pertumbuhan ekonominya kemungkinan akan menghasilkan limpahan positif, bahkan limpahan yang lebih besar untuk negara-negara dengan hubungan perdagangan yang lebih kuat dan ketergantungan pada pariwisata China," tambahnya.
Menurut perkiraan IMF, ekonomi dunia akan tumbuh 2,8 persen pada tahun 2023, 0,1 poin persentase lebih rendah dari perkiraan Januari.
"Kembalinya ekonomi dunia ke laju pertumbuhan ekonomi yang berlaku sebelum guncangan pada tahun 2022 dan gejolak sektor keuangan baru-baru ini semakin sulit dipahami," kata IMF.
Pertumbuhan global diperkirakan 3,4 persen pada 2022, turun menjadi 2,8 persen pada 2023, sebelum naik menjadi 3,0 persen pada 2024, tambahnya.
Pertumbuhan ekonomi negara-negara maju akan turun setengahnya pada 2023 menjadi 1,3 persen, sebelum naik menjadi 1,4 persen pada 2024, kata IMF.
"Sekitar 90 persen ekonomi negara-negara maju diproyeksikan mengalami penurunan pertumbuhan pada 2023," katanya.
"Dengan perlambatan tajam, ekonomi negara-negara maju diperkirakan akan mengalami pengangguran yang lebih tinggi, rata-rata naik 0,5 poin persentase dari 2022 hingga 2024," kata IMF.
China dan India adalah "dua pengecualian untuk perlambatan" yang diperkirakan akan dialami ekonomi global tahun ini, kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam sebuah konferensi media menjelang pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia.
"India dan China diperkirakan menyumbang setengah dari pertumbuhan global pada 2023. Tetapi yang lain menghadapi pendakian yang lebih terjal," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada acara baru-baru ini di Washington D.C.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
IMF: Pertumbuhan ekonomi RI tetap kuat di tengah ketidakpastian global
08 August 2024 9:24 WIB, 2024
Sri Mulyani: Ekonomi RI resilien di tengah gejolak perekonomian global
23 February 2024 9:54 WIB, 2024
Negara Tiongkok dan India akan sumbang 50 persen pertumbuhan global tahun 2023
31 January 2023 12:47 WIB, 2023
Sri Mulyani tekankan pemulihan global harus berjalan seimbang di seluruh negara
14 April 2021 11:31 WIB, 2021