Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Direktur utama (Chief Executive Officer) Super Air Jet, Ari Azhar mengatakan, pesawat Super Air Jet penerbangan nomor IU-765 yang gagal berangkat dari Bandara Lombok menuju Jakarta pada hari Jumat (14/7), mengalami kerusakan atau muncul dari salah satu panel di ruang kokpit.

"Kami menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh tamu atau penumpang pesawat," kata Ari dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Minggu.

Ia mengatakan, ketika pesawat berada di landas hubung (taxiway),  bergerak ke landas pacu (runway). Lalu muncul kerusakan di panel kokpit, pilot memutuskan untuk kembali ke pelataran parkir pesawat.

"Kami sangat mengapresiasi keputusan pilot untuk mengutamakan keselamatan para penumpang dan keamanan penerbangan, sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan penerbangan sipil yang berlaku," katanya.

Ia menegaskan pesawat Airbus 320 dengan registrasi PK-STZ telah menjalani pemeriksaan
sebelum keberangkatan dan dinyatakan dalam kondisi yang layak untuk terbang.

Pada waktu kembali ke pelataran parkir, pergerakan pesawat memerlukan waktu untuk berkoordinasi dengan pihak menara lalu lintas udara, sehubungan dengan padatnya pesawat yang berangkat dan mendarat di Lombok.

"Setelah pesawat berhasil diparkir dengan baik (posisi pesawat sesuai landas parkir), pilot dan teknisi melaksanakan pemeriksaan tambahan yang membutuhkan waktu ekstra," katanya.

Seluruh tamu diarahkan untuk kembali ke ruang tunggu dan Super Air Jet memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam menghadapi keterlambatan penerbangan ini.

"Kami telah menyiapkan pesawat pengganti dari Jakarta, yaitu Airbus 320 dengan registrasi PK-SGC," katanya.

Penerbangan nomor IU-765 dengan pesawat pengganti tersebut telah lepas landas dari Lombok pada pukul 19.20 WITA dan tiba di Jakarta pada pukul 20.05 WIB, Jumat (14/7).

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan menjaga kepercayaan tamu kami," katanya.
 

 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024