Palu (ANTARA) - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Luwuk Wilayah Kerja Tangkiang, Sulawesi Tengah menyebutkan Pelabuhan Tangkiang memiliki potensi untuk dikembangkan karena dapat berperan penting dalam bisnis logistik di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.
 
"Pelabuhan Tangkiang sangat potensial untuk terus dikembangkan karena bisa berperan penting untuk bisnis logistik di kabupaten ini," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Luwuk Wilayah Kerja Tangkiang, Kabupaten Banggai Djirman Abdul Hamid di Luwuk, Kamis.
 
Ia menyebutkan kedalaman laut Pelabuhan Tangkiang sekitar 15 meter hingga 16 meter hampir setara dengan Pelabuhan Bitung, di Provinsi Sulawesi Utara yang mencapai 16 meter. Dan berada sekitar 40 kilometer dari Kota Luwuk, Pelabuhan Tangkiang memiliki total luas 38.918 meter persegi.
 
Sementara itu, Pelabuhan Luwuk yang terletak di pusat Kota Luwuk dan merupakan tempat kapal logistik untuk melakukan aktivitas bongkar muat memiliki kedalaman laut 8 meter hingga 9 meter.
 
Dan untuk luas lapangan penumpukan kontainer 6.986 meter persegi dan luas kerja daratan 2,35 hektare. 
 
Oleh karena itu, menurut dia, Pelabuhan Tangkiang juga sangat potensial untuk terus dikembangkan dan mengambil peran dalam bisnis logistik.
 
Lanjut Djarman, saat ini terdapat dua kapal logistik yang telah menyinggahi Pelabuhan Tangkiang, yakni Meratus Larantuka dan Labuan Bajo. 
 
"Kapal logistik ini dua kali bersandar di Pelabuhan Tangkiang dalam sebulan," katanya.
 
Ia mengemukakan dua kapal logistik itu rata-rata mengangkut hingga 200 kontainer per bulan, sehingga jika diakumulasi menembus sekitar 800 kontainer per bulan.
 
"Rata-rata 200 kontainer jadi dalam satu bulan bisa 800 termasuk aktivitas bongkar dan muat kontainer," katanya.
 
Terakhir, dia menambahkan terkait informasi adanya kapal logistik yang akan menggunakan Pelabuhan Tangkiang mulai 3 September 2023, pihaknya belum menerima surat resminya.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024