Komik Islami karya UIN diluncurkan
Senin, 24 Oktober 2016 15:49 WIB
Komik (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Yogyakarta (antarasulteng.com) - PusatStudi Islam danTransformasiSosial Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga meluncurkan komik religi remaja yang berjudul "Si Gun Pingin Jihad".
Peluncuran komik religi remaja itu akan dilakukan di tiga kota: Yogyakarta (22-26 Oktober), Solo (27 Oktober), dan Mataram NTB (29 Oktober).
"Komik Si Gun Pingin Jihad dan Rindu Khilafah diangkat dari hasil riset Pusat Studi CISForm. Komik merupakan salah satu upaya untuk mengatasi berbagai penyebaran radikalis medan ideologi ultra-konservatif serta mendorong terbentuknya masyarakat yang moderat," kata Direktur CISForm, Muhammad Wildan, di Kampus UIN Sunan Kalijaga, di Yogyakarta, Senin.
Komik tersebut mengajak remaja Muslim untuk berjihad secara kontekstual dan positif dengan memaksimalkan potensinya dalam belajar, berprestasi, dan peduli terhadap masalah sosial di sekitar mereka.
Sementara untuk pemilihan tiga kota sebagai tempat peluncuran, menurut Muhammad karena ketiganya merupakan kota pusat pendidikan Islam dengan dinamika yang cukup beragam.
Komik menyasar pembaca remaja karena beberapa studi menunjukkan bahwa usia remaja merupakan usia rentan godaan kelompok-kelompok konservatif dan bahkan ultra-konservatif yang berpotensi melakukan tindakan kekerasan atas nama agama. Apalagi, siswa SLTA/santri pesantren, dan remaja masjid adalah generasi muda yang sering mempunyai idealisme tinggi termasuk semangat dalam beragama Islam.
Peluncuran komik religi remaja itu akan dilakukan di tiga kota: Yogyakarta (22-26 Oktober), Solo (27 Oktober), dan Mataram NTB (29 Oktober).
"Komik Si Gun Pingin Jihad dan Rindu Khilafah diangkat dari hasil riset Pusat Studi CISForm. Komik merupakan salah satu upaya untuk mengatasi berbagai penyebaran radikalis medan ideologi ultra-konservatif serta mendorong terbentuknya masyarakat yang moderat," kata Direktur CISForm, Muhammad Wildan, di Kampus UIN Sunan Kalijaga, di Yogyakarta, Senin.
Komik tersebut mengajak remaja Muslim untuk berjihad secara kontekstual dan positif dengan memaksimalkan potensinya dalam belajar, berprestasi, dan peduli terhadap masalah sosial di sekitar mereka.
Sementara untuk pemilihan tiga kota sebagai tempat peluncuran, menurut Muhammad karena ketiganya merupakan kota pusat pendidikan Islam dengan dinamika yang cukup beragam.
Komik menyasar pembaca remaja karena beberapa studi menunjukkan bahwa usia remaja merupakan usia rentan godaan kelompok-kelompok konservatif dan bahkan ultra-konservatif yang berpotensi melakukan tindakan kekerasan atas nama agama. Apalagi, siswa SLTA/santri pesantren, dan remaja masjid adalah generasi muda yang sering mempunyai idealisme tinggi termasuk semangat dalam beragama Islam.
Pewarta : RH Napitupulu
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian Agama siap cetak ulang komik moderasi beragama "ModerArt"
09 November 2023 6:08 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020