Kementerian Pariwisata Tetapkan Tiga Destinasi Unggulan Sulteng
Selasa, 1 November 2016 10:43 WIB
Keindahan Kota Palu yang dapat dilihat dai Pegunungan Matantimali (Foto Sukardi)
Palu, (antarasulteng.com) - Kementerian Pariwisata menetapkan tiga destinasi unggulan di Provinsi Sulawesi Tengah yang mendapat skala prioritas dalam pengembangan kepariwisataan di Tanah Air.
"Ketiganya adalah objek wisata Togean, Matantimali dan situs benda-benda purbakala dan patung megalit di Dataran Bada, Poso," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng Norma Mardaju di Palu, Selasa.
Ia mengatakan objek wisata Togean tertelak di Kabupaten Tojo Una-Una yang cukup ramai dikunjungi para wisatawan mananegara (wisman).
Objek wisata tersebut paling disukai turis asing karena keindahan dan keunikan bawa laut yang kaya dengan berbagai jenis terumbu karang menjadi tempat hunian ikan-ikan sehingga menarik perhatian para wisman yang berkunjung ke lokasi itu.
Begitu pula dengan objek wisata olahraga dirgantara Matantimali di Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.
Objek wisata yang sangat diminati para wisman dan atlet paralayang dari belahan dunia tersebut memiliki keindahan dan keunggulan lain dibandingkan lokasi yang sama di dunia.
Bahkan bagi beberapa atlet dunia yang pernah menjajaki objek wisata itu mengaguminya karena sangat cocok untuk pelaksanaan kejuaraan paragliding.
Uniknya, kata Norma, setiap saat para atlet paralayang bisa terbang karena didukung angin yang memadai. "Itu sebabnya, Kementerian Pariwisata menetapkan Matantimali sebagai salah satu dari tiga destinasi unggulan dan mendapat prioritas dalam pengembangan sektor kepariwisataan nasional," katanya.
Demikian halnya dengan objek wisata benda-benda purbakala yang ada di Lembah Bada, Kabupaten Poso.
Objek wisata itu sangat banyak dikunjungi, budayawan, mahasiswa dan para peneliti dari berbagai negara di dunia, katanya.
Pemprov Sulteng, kata Norma, yang meningkatkan kunjungan wisatawan terus membenahi infranstruktur, terutama prasana jalan ke lokasi.
Juga tentu infranstruktur lainya seperti penerangan dan juga menyediakan berbagai sarana dan fasilitas penunjang seperti tempat-tempat penginapan yang memadai.
Pada 2016, Sulteng menargetkan dua juta orang wisatawan masuk ke provinsi ini. Jumlah itu bisa terlampau karena adanya kebijakan pemerintah bebas visa kunjungan wisata di Indonesia.
"Ketiganya adalah objek wisata Togean, Matantimali dan situs benda-benda purbakala dan patung megalit di Dataran Bada, Poso," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng Norma Mardaju di Palu, Selasa.
Ia mengatakan objek wisata Togean tertelak di Kabupaten Tojo Una-Una yang cukup ramai dikunjungi para wisatawan mananegara (wisman).
Objek wisata tersebut paling disukai turis asing karena keindahan dan keunikan bawa laut yang kaya dengan berbagai jenis terumbu karang menjadi tempat hunian ikan-ikan sehingga menarik perhatian para wisman yang berkunjung ke lokasi itu.
Begitu pula dengan objek wisata olahraga dirgantara Matantimali di Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.
Objek wisata yang sangat diminati para wisman dan atlet paralayang dari belahan dunia tersebut memiliki keindahan dan keunggulan lain dibandingkan lokasi yang sama di dunia.
Bahkan bagi beberapa atlet dunia yang pernah menjajaki objek wisata itu mengaguminya karena sangat cocok untuk pelaksanaan kejuaraan paragliding.
Uniknya, kata Norma, setiap saat para atlet paralayang bisa terbang karena didukung angin yang memadai. "Itu sebabnya, Kementerian Pariwisata menetapkan Matantimali sebagai salah satu dari tiga destinasi unggulan dan mendapat prioritas dalam pengembangan sektor kepariwisataan nasional," katanya.
Demikian halnya dengan objek wisata benda-benda purbakala yang ada di Lembah Bada, Kabupaten Poso.
Objek wisata itu sangat banyak dikunjungi, budayawan, mahasiswa dan para peneliti dari berbagai negara di dunia, katanya.
Pemprov Sulteng, kata Norma, yang meningkatkan kunjungan wisatawan terus membenahi infranstruktur, terutama prasana jalan ke lokasi.
Juga tentu infranstruktur lainya seperti penerangan dan juga menyediakan berbagai sarana dan fasilitas penunjang seperti tempat-tempat penginapan yang memadai.
Pada 2016, Sulteng menargetkan dua juta orang wisatawan masuk ke provinsi ini. Jumlah itu bisa terlampau karena adanya kebijakan pemerintah bebas visa kunjungan wisata di Indonesia.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Paralayang - Nicky Moss: Matantimali Sangat Cocok Kejuaraan Paralayang
13 August 2016 19:15 WIB, 2016
Paralayang - Nicky Moss Pimpin Pra Kejuaraan Dunia Paralayang Matantimali
11 August 2016 13:48 WIB, 2016
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020