Jakarta - Kisah hantu "Sundel Bolong" ternyata bukan cerita "asal-asalan" yang cuma menyebar rasa takut.
Di balik kisah hantu tersebut, kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, ada nilai yang ingin disampaikan.
"Sundel bolong itu belakangnya bolong, lebih tepat gruwung, lobang yang tidak beraturan, dan baunya bukan main," kata Nuh memulai penjelasannya.
Sundel
Bolong sangat populer seiring film dengan judul yang sama sukses di
pasaran pada awal dasawarsa 80-an. Film itu juga yang membuat pemeran
utamanya, Suzzanna, bergelar ratu film horor.
Dia menyampaikan hal itu ketika memberi sambutan pada acara temu redaktur kebudayaan di Jakarta, Rabu.
"Kalau jalan, Sundel Bolong itu ngawang, tidak kena tanah. Wajahnya cantik tapi belakangnya busuk, di balik kisah itu ada nilai moral yang mau disampaikan," katanya.
Menurut
Nuh, nilai yang ingin disampaikan dalam cerita Sundel Bolong adalah
orang yang ngawang berarti tidak punya pijakan. Orang tidak punya
pijakan berarti tidak punya pendirian dan dia akan terus berbohong.
"Bohong itu tentu dengan muka manis, tapi belakangan nanti akan ketahuan baunya," kata Nuh.
Pesan moral Sundel Bolong, menurut Nuh adalah setiap orang harus punya pegangan dan keyakinan sehingga tidak perlu berbohong. (A038)
Pesan Moral "Sundel Bolong"
Rabu, 10 Oktober 2012 13:49 WIB
Ilustrasi (ANTARA)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020