Poso (antarasulteng.com) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso, mengklaim memiliki dua kelebihan yang tidak dimiliki rumah sakit lainnya di Sulawesi Tengah. 

Sekretaris RSUD Poso Reza Rerungan di Poso, Kamis, mengatakan dua kelebihan itu yakni memiliki alat radiologi yang dipercaya oleh Prodia Sulteng untuk check up atau pemeriksaan dan memiliki ruangan khusus perawatan pasien penyakit saraf (neuro stroke centre care).

Menurut Reza, kelebihan dari kelengkapan radiologi tersebut, telah dibuktikan dengan kepercayaan Prodia Sulteng yang memerintahkan 40 orang pegawai Pertamina untuk melakukan check up di RSUD Poso.

Padahal menurut Reza, banyak Rumah sakit di Sulteng yang memiliki radiologi untuk check up, namun permintaan pegawai Pertamina justru diperintahkan untuk ke RSUD Poso. 

"Ini membuktikan alat radiologi kami ini dipercaya untuk melakukan check up. Bayangkan saja 40 pegawai Pertamina di suruh check up di sini oleh Prodia," kata Reza.

Dia mengatakan kelengkapan radiologi RSUD Poso, telah didukung dengan alat canggih berupa rirect view yang dapat memproses hanya dalam tempo tiga menit. 

Selain itu lima petugas radiologi telah memiliki izin dari nuklir yang melindungi kesehatan pegawai dari ancaman radiasi. Dari izin Nuklir itu, lima pegawai radiologi tidak takut untuk menjalankan tugas melayani pasien. 

Sementara kelebihan dari ruangan khusus perawatan pasien saraf itu, tidak dimiliki rumah sakit lainya di Sulawesi Tengah. 

Menurut Ketua Komite Medik dan penanggung jawab ruangan penyakit Saraf dr Hasmar, ruangan saraf itu telah terpadu penanganannya, mulai dari ruangan gawat, ruangan pemulihan dan terakhir pasien akan dilanjutkan di ruangan khusus terapi hingga sembuh. 

Sebelum berdiri ruangan perawat khusus saraf Maret 2017, pasien saraf ditempatkan di ruangan terpisah bergabung dengan pasien penyakit berbeda. Namun saat ini pasien saraf telah terpadu satu ruangan khusus. 

"Kalau di Sulteng, mungkin hanya RSUD Poso ini yang ada ruangan khusus perawatan saraf," kata dokter ahli saraf itu.

Kata Hasmar, dalam penanganan pasien saraf ditangani sebanyak tiga dokter, yakni dua dokter saraf dan satu dokter ahli saraf. Dia menambahkan, ruangan saraf untuk mengenal dekat Kabupaten Poso, setiap ruangan ditandai dengan nama jenis kayu lokal Poso. 

Terobosan untuk melengkapi rumah sakit dengan pelayanan saraf tersebut merupakan program Bupati Poso Darmin Sigilipu untuk membantu masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu pergi jauh berobat terkait saraf.


Pewarta : Fery Timparosa
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2024