Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta Bupati Parigi Moutong untuk memberantas tambang ilegal, sebagai prioritas kerja utama dalam 100 hari pertama kepemimpinan.
“Saya minta kepada Bupati Parigi Moutong untuk menjadikan prioritas pertama, kerja utama," katanya saat melantik bupati dan wakil bupati untuk Kabupaten Parigi Moutong di Palu, Senin.
Permintaan itu disampaikan terkait maraknya praktik pertambangan ilegal (PETI) di sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong. Gubernur menyampaikan keprihatinan atas kondisi air sungai yang tercemar akibat aktivitas tambang ilegal, dan meminta langkah konkret segera diambil oleh kepala daerah setempat untuk melindungi petani dan lingkungan.
"Bagaimana memberikan perlindungan sebesar-besarnya kepada petani, atas tercemarnya air-air sungai yang menyebabkan pengairan," ungkapnya.
Ia menegaskan Pemprov Sulteng siap memberikan dukungan penuh dalam penanganan tambang ilegal di wilayah tersebut. Komitmen itu termasuk dukungan kebijakan, koordinasi, hingga bantuan operasional bila dibutuhkan.
“Insya Allah apapun kebutuhan akan kami dukung, sehingga kegiatan penambangan ilegal ini bisa segera berakhir. Pertanian kita bisa lebih maju di masa yang akan datang,” katanya menegaskan.
Anwar juga menyinggung pentingnya peran kepala daerah sebagai pengawas utama di wilayah masing-masing, meskipun kewenangan perizinan tambang kini berada di tingkat pusat. Ia menekankan bahwa keberanian kepala daerah dalam bertindak adalah kunci perlindungan terhadap masyarakat.
“Jangan pernah takut, jangan pernah ragu. Kalau untuk melindungi masyarakat. Saya minta para bupati, wali kota untuk tegas terhadap setiap apa yang menjadi keluhan masyarakat di daerah,” pesannya.
Ia memberikan contoh nyata keberanian Bupati Sigi yang telah menutup aktivitas tambang ilegal di Lindu. Anwar menyebut langkah tersebut sebagai tindakan inspiratif yang patut diikuti.
“Semoga kita semua berani melakukan apa yang dilakukan oleh Bupati Sigi, sehingga pertambangan ini tidak mengganggu hajat hidup orang banyak,” harapnya.