Towuti, Sulsel (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bersama masyarakat Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, terus menjalankan proses pemulihan pascakebocoran pipa minyak yang terjadi di Desa Lioka pada 23 Agustus 2025.
Memasuki hari ketujuh, perusahaan menegaskan langkah pemulihan berkelanjutan dilakukan melalui tiga pilar utama yakni transparansi, kolaborasi, dan solusi berkelanjutan.
"Upaya ini difokuskan pada lima desa terdampak, yakni Lioka, Langkea Raya, Baruga, Matompi, dan Timampu," jelas Direktur sekaligus Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, saat berdialog dengan warga Dusun Molindowe, Desa Lioka, Jumat (29/8).
Tercatat, hingga Jumat (29/8), Posko Pengaduan & Informasi Towuti dan layanan hotline 24 jam telah menerima 88 aduan resmi. Dari jumlah tersebut, lebih dari sepertiganya telah ditangani, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian dan verifikasi. Mayoritas laporan berasal dari Desa Lioka.
“Data ini menegaskan bahwa setiap suara masyarakat tercatat, direspons, dan menjadi dasar langkah pemulihan berikutnya,” katanya.
Dia menambahkan, PT Vale memastikan penanganan tidak berhenti pada langkah darurat, melainkan dilanjutkan dengan rencana komprehensif yang mencakup pemulihan sosial-ekologis, penguatan ketahanan masyarakat, dan dukungan pembangunan daerah.
“Pemulihan yang berkeadilan dan kolaboratif adalah fondasi untuk membangun kepercayaan jangka panjang, tidak hanya dengan masyarakat Towuti hari ini, tetapi juga dengan generasi mendatang,” tutur Budiawansyah.
Salah satu warga Desa Timampu, Hamka, mengaku terbantu dengan respons cepat perusahaan melalui layanan hotline.
“Terima kasih PT Vale karena sudah cepat merespons. Bantuan ini membuat saya bisa menjaga ternak saya dengan tenang,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mendorong seluruh pihak untuk mendukung pemulihan dengan semangat gotong royong sembari menunggu hasil asesmen tim ahli.
"Proses pemulihan ini berada di bawah koordinasi Tim Satgas Kebocoran Pipa Minyak yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat," tutup Bupati.