
HUT ke-23 Luwu Timur, Industri dan keberlanjutan jadi pilar pertumbuhan

Luwu Timue (ANTARA) - Memasuki usia ke-23, Kabupaten Luwu Timur menunjukkan transformasi signifikan sebagai pusat pertumbuhan strategis di Indonesia Timur melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan industri, dengan menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam momentum peringatan ini, arah pembangunan daerah ditegaskan berfokus pada pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyatakan, “Kemajuan daerah harus dirasakan secara luas oleh masyarakat, dengan tetap menjaga harmoni antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.”
Selama dua dekade terakhir, sektor industri menjadi pendorong utama ekonomi daerah dengan menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan UMKM dan jasa pendukung. PT Vale Indonesia turut berkontribusi melalui produksi nikel matte yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok global, khususnya untuk kendaraan listrik dan energi bersih.
Selain itu, komitmen terhadap prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) juga terus diperkuat, antara lain melalui rehabilitasi lahan pascatambang, penggunaan energi rendah karbon berbasis hydropower, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan.
Chief Executive Officer PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan, “Perjalanan 23 tahun Luwu Timur menunjukkan bahwa kemajuan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kemitraan yang kuat. Bagi kami, pertumbuhan bukan hanya tentang skala, tetapi tentang bagaimana kami berkontribusi pada dampak yang lebih luas—mendukung ekonomi daerah, memperkuat masyarakat, dan menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.”
Ke depan, Luwu Timur diproyeksikan terus memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan berbasis sumber daya bernilai tambah tinggi, dengan tantangan menjaga agar pertumbuhan tetap inklusif, adaptif terhadap perubahan global, serta berkelanjutan.
Pewarta : Rangga
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
