
Anggota DPR minta pengelola dapur MBG selektif pilih bahan makanan

Parigi (ANTARA) - Anggota Komisi II DPR RI Longki Djanggola meminta pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dapat selektif dalam memilih bahan makanan.
“Kami mengingatkan pengelola agar selektif dalam memilih bahan makanan. Ada beberapa kasus di daerah lain yang perlu menjadi perhatian,” katanya di Parigi, Jumat.
Ia menyebut bahan pangan seperti ikan, ayam, dan telur perlu mendapat perhatian khusus dalam proses pengolahan guna mencegah risiko kesehatan bagi penerima manfaat.
Selain itu, Longki juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi dapur sebagai bagian dari standar operasional program.
Koordinator Wilayah SPPG Parigi Moutong Moh. Fahri Korompot mengatakan, saat ini terdapat 18 dapur MBG di wilayah tersebut, dengan 17 dapur telah beroperasi dan satu lainnya masih dalam tahap perbaikan.
“Satu dapur masih diperbaiki agar memenuhi kelayakan operasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kampal, Adrifal Pratama Taofan, menyebut dapur yang dikelolanya melayani 2.806 penerima manfaat dan berjalan tanpa kendala.
“Sejauh ini operasional berjalan lancar,” katanya.
Dukungan terhadap program MBG juga disampaikan pihak sekolah. Kepala Madrasah Tsanawiyah Parigi, Saleh, menilai program tersebut membantu pemenuhan gizi siswa serta mendukung kegiatan belajar.
Dalam kunjungan itu, Longki juga meninjau langsung distribusi makanan kepada siswa di Madrasah Tsanawiyah Parigi.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan program MBG berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran bagi masyarakat, khususnya pelajar.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
