Logo Header Antaranews Sulteng

BI-Sulteng latih juru sembelih halal berbasis kompetensi BNSP

Kamis, 7 Mei 2026 21:34 WIB
Image Print
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) berbasis kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai upaya memperkuat ekosistem industri halal di daerah. ANTARA/HO-DKISP Banggai

Palu (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) berbasis kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai upaya memperkuat ekosistem industri halal di daerah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng Miftachul Choiri dalam keterangannya di Palu, Kamis, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya dalam memperkuat rantai nilai halal di daerah.

Ia mengatakan permintaan terhadap produk halal terus meningkat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global. Karena itu diperlukan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

“Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada sektor moneter, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah. Salah satunya melalui pelatihan seperti ini, yang kami selenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya hingga peserta mendapatkan sertifikasi dari BNSP,” katanya.

Kegiatan tersebut diikuti 36 peserta dari tujuh kabupaten di Sulawesi Tengah dan dilaksanakan di Kabupaten Banggai.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari teori dasar penyembelihan halal sesuai syariat Islam, teknik penyembelihan yang baik dan benar, hingga praktik langsung di lapangan.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang penanganan daging pascasembelih agar tetap higienis dan layak konsumsi.

Ia mengatakan kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan standar yang seragam bagi para juru sembelih halal di seluruh wilayah Sulawesi Tengah sehingga kualitas produk daging yang dihasilkan dapat terjamin kehalalannya.

Melalui pelatihan tersebut, kata dia, diharapkan lahir juru sembelih halal yang profesional, memiliki pemahaman syariat yang baik, serta mampu menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses penyembelihan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Moh. Ramli Tongko menyampaikan apresiasi atas langkah Bank Indonesia yang dinilai turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor penyediaan pangan halal.

Menurut dia, keberadaan juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk yang tidak hanya halal, tetapi juga aman dan higienis untuk dikonsumsi.

“Kegiatan ini sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius sehingga mampu menjadi tenaga profesional di bidangnya masing-masing,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026