
KPwBI Sulteng: Program Gebyar Ramadhan pengembangan ekonomi syariah

Palu (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah (KPwBI Sulteng) mengatakan program Gebyar Ramadhan merupakan upaya pengembangan ekonomi syariah di provinsi itu.
"Selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 kami melakukan langkah-langkah konkret pengembangan ekonomi syariah dengan melibatkan pelaku usaha," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulteng Irfan Sukarna di Palu, Kamis.
Ia menjelaskan, program diusung mengintegrasikan tiga pilar utama yakni pemberdayaan ekonomi syariah (Halal Value Chain) melalui penyediaan akses pasar bagi UMKM binaan dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.
Lalu penguatan syariah, termasuk perluasan pembiayaan syariah bagi UMKM, termasuk akselerasi digitalisasi ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf).
Selanjutnya penguatan literasi, inklusi ekonomi syariah, dan halal lifestyle melalui berbagai kompetisi kreatif, dakwah, konten, adzan, serta Sharia Youth Competition (SYC).
"Selama momen Ramadhan program itu mencakup tabligh akbar, seminar perluasan ZISWAF, dan sosialisasi ekonomi syariah yang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BI dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing," ujarnya.
Ia mengemukakan melalui kegiatan Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) serta Gebyar Ramadhan 2026, BI berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga kelancaran sistem pembayaran, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
"UMKM salah satu sektor penggerak ekonomi daerah, maka kami juga berkewajiban melakukan pembinaan supaya mereka bisa naik kelas," ucap Irfan.
Ia menambahkan, selama Ramadhan hingga Idul Fitri pihaknya juga menyediakan layanan penukaran uang Rupiah semua pecahan Rp2,86 triliun.
Layanan itu upaya BI untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, pecahan sesuai, tepat waktu dan berkualitas layak edar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Nominal uang kartal disediakan pada bulan Ramadhan 1447 H meningkat 39 persen dibandingkan Ramadhan 1446 H yang sebesar Rp2,24 triliun, yang mana layanan itu dimulai 18 Februari hingga 13 Maret 2026 berada di 26 titik tersebar di Kota Palu, Poso, Bungku Kabupaten Morowali, Luwuk Kabupaten Banggai, hingga Pasangkayu wilayah perbatasan Sulteng dengan Sulawesi Barat.
"Peningkatan itu mempertimbangkan berbagai aspek sosial ekonomi yakni pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI/Polri, sektor swasta, tradisi berbagi di kalangan warga Sulteng," kata dia menuturkan.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
